130411 Layanan Ground Handling Harus Diawasi

 Jakarta – Pengawasan terhadap layanan jasa operasi darat bagi maskapai (ground handling) di bandar udara harus diawasi dengan ketat agar tidak merugikan maskapai dan penumpang.  “Eksistensi ground handling di bandara menjadi tanggung jawab regulator selaku pemberi lisensi dan pengelola bandara yakni  PT Angkasa Pura II dan Angkasa Pura I, yang menyediakan layanan  bagi maskapai. Meski ada indikasi human error dari pihak ground handling, regulator dan operator tidak serta merta lepas tangan, keduanya saling terkait dalam penyediaan jasa layanan ini di bandara,” ungkap  Sekretaris Jenderal Asosiasi Penerbangan Nasional (INACA) Tengku Burhanuddin di Jakarta, Selasa (12/4).  Maskapai pun, katanya, harus bisa mengawasi operasional layanan jasa ground handling yang dipilihnya. “Kualitas harus diperhatikan, jangan hanya karena harga murah, tetapi tidak memenuhi persyaratan yang memadai. Maskapai juga yang akan dirugikan,” ujarnya. Menurutnya, layanan ground handling yang terjalin secara business to business dengan AP II dan AP I harus memenuhi persyaratan, antara lain memiliki organisasi dan manajemen yang solid, personil yang kompeten, kelaikan peralatan, serta sistem prosedur kerja yang andal. Dikatakannya, kasus senggolan pesawat Kalstar dan Wings Air di apron terminal C bandara Soekarno-Hatta, Minggu (10/4) memiliki  indikasi kuat operator lapangan   tidak mengikuti standar pengoperasian (SOP). Deputy Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II Mulya Abdi mengungkapkan, hasil investigasi sementara menunjukkan indikasi  kesalahan manusia (human error). “Pada saat kejadian, kondisi di parkiran pesawat tidak lagi padat, jadi ini karena kesalahan teknisi Klastar yang menggeser posisi pesawat sehingga menyenggol Wings Air yang masih parkir,” kata Mulya. Menurutnya,,  pihak Kalstar tidak melakukan koordinasi dengan petugas AP II saat akan menggeser pesawat di apron. Wadirut Kalstar Aditya Wardana mengungkapkan dampak dari adanya senggolan tersebut maskapainya gagal meresmikan rute Jakarta-Pontianak yang sedianya dilakukan pada Senin (11/4). “Kami masih menunggu hasil penyelidikan. Sekarang satu-satunya pesawat Boeing 737-300 kami masih dalam pemeriksaan akibat senggolan itu,” keluhnya. Secara terpisah,  Ditjen Perhubungan Udara    memastikan bahwa lisensi yang diberikan kepada perusahaan ground handling tidak sembarangan, dimana perusahaan juga telah lulus pengujian dan mendapat sertifikasi. Untuk perusahaan ground handling maupun petugas airline yang terbukti melanggan prosedur, akan diberikan sanksi.[dni] 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s