130411 BTEL Kantongi Lisensi Seluler

JAKARTA— PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)  mengantongi lisensi seluler  setelah Menkominfo melalui Kepmenkominfo No. 130/KEP/M.KOMINFO/4/2011 mengeluarkan  izin prinsip penyelenggaraan jasa tersebut kepada pemilik merek dagang esia itu. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan pihaknya memberikan izin prinsip kepada  BTEL dengan penuh kehati-hatian disertai pengenaan kewajiban pembangunan kepada operator tersebut.“Kewajiban yang harus dipenuhi adalah BTEL harus membangun prasarana dan sarana di empat provinsi, yaitu Jabar, Jateng, Jatim, dan Yogyakarta,” tuturnya di Jakarta, Selasa (12/4).Selain itu, BTEL juga harus menyediakan kantor dan instalasi perangkat, pusat pengendali jaringan minimal satu unit, dan prasarana pendukungnya. Operator seluler baru itu juga harus menggunakan produk dalam negeri bersertifikasi Kemenkominfo, dan menyediakan infrastruktur pendukung yang terkait dengan pihak ketiga.Izin prinsip kepada BTEL tersebut diberikan batas waktu hingga 2 tahun sebelum akhirnya diberikan lisensi resmi setelah melalui tahap uji laik operasi (ULO).Direktur Layanan Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaidi mengungkapkan rasa berterimakasih kepada pemerintah apabila benar telah memberikan izin prinsip tersebut.“Kami akan menunggu sampai lisensi itu sudah berada di tangan kami. Kami juga akan mengikuti semua proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku, memenuhi kewajiban, hingga dapat meraih lisensi penyelenggaraan secepatnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.Diungkapkannya, walau telah mendapatakan lisensi seluler tidak membuat belanja modal dari perseroan pada tahun ini akan berubah. “Tetap 200 juta dollar AS. Kami hanya membagi saja komposisi pembangunan yang menjadi bagian dari komitmen Fixed Wireless Access (FWA) dan seluler,” jelasnya.Dikatakannya, pekerjaan rumah lainnya yang harus diselesaikan adalah masalah kesepakatan interkoneksi dengan operator lain akankah penarikan terminasi panggilan berbasis seluler atau FWA mengingat dual lisensi yang dimiliki oleh BTEL.Berdasarkan catatan, operator seluler eksisting yang ada di Indonesia  adalah PT Telkomsel, PT Indosat Tbk, PT XL Axiata, PT Natrindo Telepon Seluler, PT Hutchison CP Telecommunication, PT Smart Telecom, PT Smartfren Telecom (Mobile-8 Telecom), dan PT Sampoerna Telecommunication.Pada kesempatan lain, praktisi telematika Guntur S Siboro mengatakan, dimilikinya lisensi seluler oleh BTEL tidak akan membuat daya saing operator itu akan meningkat di pasar karena biaya interkoneksi yang menjadi mahal dan komitmen pembangunan jaringan lebih luas. “Pasar pun kondisinya tidak membedakan antara FWA atau seluler karena pelanggan sudah tidak peduli. Saya lihat ini hanya akan mempercantik portfolio BTEL yang memiliki lisensi lumayan lengkap,” katanya.Untuk diketahui, lisensi yang dimiliki oleh BTEL adalah FWA, seluler, Sambungan Langsung Internasional (SLI), Penyedia Jasa Internet (PJI), dan Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ). Selain FWA dan PJI,  semua lisensi tidak terdengar gebrakannya di pasar. Manajemen BTEL pun selalu enggan membuka kinerja jasa SLI, sementara SLJJ hingga sekarang belum digelar alias hanya menjadi aksesori.[dni]    

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s