120411 SLI Harus Diliberalisasi

 

 

 

JAKARTA—Pemerintah diminta untuk melakukan liberalisasi jasa Sambungan Langsung Internasional (SLI) agar azas manfaat, adil, dan merata bisa terjadi di industry telekomunikasi.

 

“Saya melihat tiga pemain SLI yang ada saat ini belum mampu mewujudkan tiga azas di atas. Pemerintah harus lebih berani melakukan liberalisasi dengan membukan peluang usaha di sektor SLI bagi pemain lain,” tegas Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio di Jakarta, Senin (11/4)

 

Untuk diketahui, saat ini penyelenggara SLI  berbasis clear channel adalah  Indosat, Telkom,  dan Bakrie Telecom.

 

Menurutnya,  ditambahnya pemain di sektor SLI akan menguntungkan masyarakat karena  tarif untuk jasa tersebut menjadi  semakin murah. Kompetisi antarpemain pun akan sengit yang berujung  pada naiknya kualitas pelayanan dan tarif yang semakin terjangkau bagi pengguna.

 

Diungkapkannya, trafik SLI di Indonesia tumbuh sangat pesat  yaitu mencapai 30 – 45 persen per tahun sehingga tidak cukup hanya dilayani oleh tiga pemain. Berdasarkan catatannya,  pada tahun 2007 terdapat 2.794 juta menit SLI yang dilayani oleh 2 operator SLI atau sekitar 1.397 juta menit SLI/operator. Rasio tersebut menjadi 7.900 juta menit SLI atau 2.633 juta menit/operator ditahun 2010 (tiga operator), dan akan menjadi 11.000 juta menit SLI atau 3.667 juta menit/operator di tahun 2011 (tiga operator).

 

Diperkirakannya, melihat tingkat pertumbuhan yang terjadi selama ini,  pada 2015 nanti diperkirakan sudah akan ada lebih dari 36.000 juta menit SLI atau 12.000 juta menit/operator. “ Kalau logikanya dibalik dan pemerintah masih menggunakan rasio tersebut, maka di tahun 2015 diperlukan enam operator SLI agar kualitas pelayanan tetap baik. Sekarang tugas pemerintah untuk menunjukkan diri, pro kepada kepentingan rakyat atau melindungi kelompok tertentu,”  tukasnya.[dni]

Iklan

1 Komentar

  1. wah, mas agus pambagio itu kan idolaku…..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s