120411 Pertaruhan di Masa Jenuh

 

 

Pada tahun lalu penjualan ponsel di Indonesia mencapai 30 juta unit. Hal yang mengejutkan adalah kenyataan dimana 50 persen dari produk yang terjual berasal dari merek-merek lokal yang berjumlah sekitar 100 brand.

 

“Jika semua merek lokal digabung, itu menguasai 50 persen pangsa pasar. Pada tahun ini diperkirakan pertumbuhan penjualan ponsel sekitar 13 persen dan pangsa ponsel lokal tidak akan berkurang walau industri telekomunikasi memasuki masa kejenuhan,” ungkap President Direktur PT Konten Indomedia Pratama, pemegang merek Ponsel IMO, Sarwo Wargono di Jakarta, akhir pekan lalu.

 

Menurutnya, pada tahun ini bisa dikatakan sebagai masa pertaruhan atas eksistensi dari ponsel lokal setelah empat tahun ikut meramaikan industri telekomunikasi. ”Di masa jenuh seperti sekarang ini,  konsumen  tidak lagi hanya mencari ponsel dengan harga murah, tetapi juga mempertimbangkan kualitas suatu produk. Tentu saja, ini menjadi komponen yang sensitif bagi vendor ponsel lokal mengingat citra produk mereka cukup buruk karena secara rata-rata kualitasnya pas-pasan,” katanya.
Dikatakannya, kunci utama agar suatu vendor ponsel merek lokal bisa bertahan adalah menjaga kualitas produk dan mengubah strategi pemasaran di samping pelayanan purna jual.  “Tahun ini, pasar semakin matang, konsumen semakin cerdas. Beberapa merek lokal sudah menemukan jati dirinya masing-masing. Meski begitu, saya mengakui bahwa ponsel lokal masih menjadi produk alternatif,” jelasnya.
Dijelaskannya, IMO sendiri  yang telah menembus peringkat lima besar diantara pemain merek lokal  ke depan akan lebih  memperhatikan fitur, desain, serta strategi pemasaran karena konsumen tidak lagi melihat sebuah ponsel sebagai instrumen yang mewah, atau sebatas alat telekomunikasi. Ponsel hari ini dianggap sebagai instrumen yang menunjang gaya hidup, seperti ponsel fesyen, game,  dan lainnya.

 

“Perlahan-lahan kami juga meninggalkan program bundling bersama operator secara nasional, dan cenderung memasarkannya sendiri tanpa mitra. Meski di daerah-daerah kami tetap menempuh jalur bundling untuk ekspansi pasar,” jelasnya.
Hal lain yang mengejutkan dilakukan IMO adalah  mulai membangun pabrik di Tanah Air untuk memangkas biaya bea masuk impor. ”Memiliki manufaktur di dalam negeri juga bagian dari cara   meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek ponsel lokal. Di samping itu, konsumen akan lebih diuntungkan dalam hal purna jual sebab lebih mudah mendapatkan sparepart jika mengalami kerusakan,” katanya
Selama ini, ponsel IMO diproduksi di daerah Shenzhen, Guongdong, China. Pembuatan pabrik tersebut konon telah terdaftar di   British Approvals Board for Telecommunications (BABT), yakni badan skala internasional yang mengidentifikasi IMEI perangkat di dunia. Sehingga, seluruh produk IMO diklaim telah legal terdaftar secara global.
“Pabrik di China akan dipindahkan ke Indonesia. Kami sudah memulainya sejak bulan April. Untuk tahap awal, kami dirikan pusat perakitan (assembling point) dulu. Selanjutnya, ini akan terus dibangun secara bertahap hingga akhir bulan Mei-Juni,” jelasnya.
Diungkapkannya, guna merealisasi pembuatan pabrik,  IMO akan menggandeng PT   Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) dalam mengembangkan produk ponsel lokalnya “Bersama PT Inti, kami akan membuat rumah desain sendiri. Di situ, kami akan memproduksi ponsel dari nol. Menariknya, kami juga mengambil material-material lokal, seperti misalnya untuk casing. Jadi, tidak semua material dari China, tapi ada beberapa yang dari Indonesia. Ini untuk meningkatkan kualitas ponsel IMO,” tambahnya.

 

Praktisi telematika Faizal Adiputra mengatakan  ponsel merek lokal akan mampu bertahan di pasar karena terdapat segmen pengguna yang tidak peduli merek tetapi mencari fungsi dan fitur.

 

“Jika ada yang berniat membangun pabrik dengan perhitungan bisa membuat biaya produksi lebih rendah ketimbang impor itu tentu bagus. Apalagi ada peluang terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat. Memang sudah saatnya Indonesia menjadi bangsa produsen bukan konsumen,” tegasnya.[dni]

 

 

1 Komentar

  1. Betul begitu dibuat di Indonesia. Kualitas produk indonesia terkenal handal di luar negeri


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s