040411 Garuda Butuh 120 Pilot

 

 

JAKARTA —PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membutuhkan 120 pilot baru setiap tahunnya guna menerbangkan armadanya yang terus bertambah dalam rangka program Quantum Leap.

 

“Kita butuh banyak pilot. Sebagai gambaran, Tahun lalu saja kita menambah 24 pesawat. Sedangkan tahun ini kita akan menambah 11 pesawat yaitu 9 pesawat B737-800 NG dan 2 pesawat A330-200,” ungkap  Vice President Flight Operation Garuda Capt. S Samad  di Jakarta, Sabtu (2/4).

 

Dijelaskannya,  sesuai program Quantum Leap, hingga tahun 2015 Garuda memerlukan tambahan 800 pilot. Pada tahun 2015 itu, jumlah pesawat yang digunakan Garuda direncanakan berjumlah 116 unit.

 

”Saat ini pilot Garuda berjumlah 820 personil dengan 30 di antaranya adalah pilot dari luar negeri. Garuda mempunyai kebijaksanaan 1: 9 atau satu pesawat dioperasikan oleh 9 pilot (4,5 set),” katanya.

 

Diungkapkanya, untuk memenuhi kebutuhan pilot,  Garuda bekerjasama dengan dua sekolah pendidikan penerbang yaitu Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) curug dan Bali International Flight Academy (BIFA) di Bali. Masing-masing memasok 60 pilot per tahun.

 

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengakui, kurangnya pasokan pilot sebagai salah satu pemicu tertekannya bottom line perseroan pada tahun lalu. ”Kami pada tahun lalu agresif menambah pesawat, tetapi timpang di sisi kru pesawat sehingga utlisasi dari kapasitas tidak tercapai,” katanya.

 

Dijelaskannya, Garuda menerapkan konsep satu pilot hanya menerbangkan satu jenis pesawat. Namun, hal ini menjadi masalah kala didatangkan armada jenis baru sehingga diperlukan konversi keahlian. Pada tahun lalu Garuda melakukan konversi pilot dari menerbangkan Boeing jenis klasik ke tipe terbaru yakni B 737-800 NG.

 

”Investasi untuk melakukan konversi itu butuh waktu tiga bulan dan biayanya besar. Ini juga salah satu pemicu bottom line Garuda tertekan tahun lalu. Kami harapkan masalah ketersediaan kru pesawat ini bisa diatasi dengan adanya pasokan dari sekolah penerbang lokal,” jelasnya.

 

Sementara Komisaris BIFA Robby Djohan mengungkapkan, pada akhir  pekan lalu   Garuda mendapat tambahan 26 pilot dari sekolahnya. ” Ke 26 penerbang tersebut adalah lulusan ke-3 dari BIFA yang sudah mengantongi sertifikat instrument rating, pilot pribadi (PPL) dan pilot komersial (CPL). Selanjutnya pilot-pilot baru ini akan menjalani program type rating B737-800 NG selama 11 bulan,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s