010411 Kemenhub Kaji Biaya Tambahan Bagi Kapal Asing

JAKARTA- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang mengaji pengenaan biaya tambahan bagi kapal asing yang masuk atau keluar perairan Indonesia  menyusul diberlakukannya  azaz cabotage.

 

“Kami sedang mengaji adanya pengenaan biaya tambahan untuk kapal asing yang masuk ke Indonesia. Hal ini agar kapal berbendera lokal terjaga pangsa pasarnya. Soal berapa dan bagaimana mekanisme masih akan digodok lagi dengan pihak terkait,” ungkap  Dirjen Perhubungan Laut, Kemenhub, Sunaryo  di Jakarta, Kamis (31/3).

Azaz Cabotage adalah, seluruh angkutan laut dalam negeri untuk barang dan penumpang, wajib oleh armada nasional. Ketentuan tersebut adalah amanat dalam UU No 17/2008 tentang Pelayaran.

 

Tidak hanya itu, lanjutnya, Kemenhub juga akan mengeluarkan aturan yang mempermudah pergantian bendera bagi kapal asing yang ingin berganti menjadi bendera merah putih. “kalau pergantian bendera itu wewenangnya ada di Kemenhub dan bisa diperecepat implementasinya. Sementara untuk masalah pengenaan biaya tambahan itu perlu koordinasi dengan kementrian terkait seperti kemenkeu,” jelasnya.
Selanjutnya diungkapkan,  saat ini, pemerintah dan DPR telah sepakat merevisi Peraturan Pemerintah No 20/2010 tentang Angkutan di Perairan  Ketentuan itu terkait dengan pengoperasian kapal untuk kepentingan kegiatan usaha minyak dan gas bumi lepas pantai yang bersifat khusus dan tidak digunakan untuk mengangkut orang dan atau barang.  “Kami jamin, sebelum 7 April PP itu selesai,” katanya.

 

Diungkapkannya,  dalam revisi itu hanya mengatur tentang diizinkannya kapal tipe C untuk dioperasikan oleh kapal berbendera asing.  Kapal-kapal tipe C biasanya digunakan untuk mendukung kegiatan pengeboran minyak dan gas di lepas pantai, kegiatan seismik dan kontruksi lepas pantai.

 

Managing Director Wintermar Offshore Marine Sugiman Layanto menyambut gembira langkah pemerintah untuk mengenakan biaya tambahan bagi kapal asing karena akan membantu daya saing kapal lokal merebut pasar angkutan. “Jika itu diberlakukan, sama dengan yang terjadi di Brazil. Di negara itu kapal asing yang masuk dan keluar dikenakan biaya tambahan. Ini akan membuat kapal asing berganti bendera,” jelasnya.

 

Diharapkannya, hal lain yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam membantu kapal lokal adalah dalam ketentuan tender diharuskan pesertanya semua berbendera lokal.

 

“Jangan kala menjadi peserta tender mnasih dibolehkan kapal asing dan berganti bendera kalau sudah menang. Soalnya kapal asing itu jumlahnya banyak sehingga dalam penawaran harga lebih kompetitif,” katanya.[dni]

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s