310311 Wintermar akan Lepas 5 Kapal

JAKARTA–PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) rencananya akan melepas 4-5 kapal jenis tug boat dan tongkang pada tahun ini sebagai strategi memiliki armada yang muda dengan rata-rata usia 8 tahun guna memenangkan persaingan dalam bisnis pelayaran offshore (lepas pantai).

“Pada tahun lalu kami menjual 4 kapal dalam kategori low tier dengan keuntungan sebesar 5,2 miliar rupiah. Sebagai gantinya, tahun lalu dibeli 8 kapal lepas pantai baru di kategori mid tier dan high tier yang menelan investasi 74 juta dollar AS,” ungkap Managing Director Wintermar Sugiman Layanto di Jakarta, Rabu (30/3).

Diungkapkannya, hingga saat ini perseroan memiliki 59 kapal. Rencananya akan ditambah 12 kapal lagi. Hingga semester I tahun ini akan datang 6 kapal baru terdiri atas  VUSL (3 unit), AHT (1 unit), AHTS (2 unit), serta satu kapal pengangkutan jackets and offsore structures pada kontruksi anjungan lepas pantai  hasil patungan dengan perusahaan pelayaran asal Singapura, Lanpan Private Ltd (Lanpan) dibawah bendera PT Winpan yang menelan investasi sekitar 8 juta dollar AS.

“Rencananya pada semester kedua kami akan menambah 6 kapal lagi. Tetapi ini melihat dulu konsistensi aturan azas cabotage pada April atau Mei nanti,” jelasnya.

Dikatakannya, mengambangnya masalah kewajiban mengangkut barang dan orang oleh kapal berbendera Indonesia membuat banyak kontrak kerja dengan perusahaan migas dalam jangka pendek. Bahkan kala tender dilakukan pun, kapal berbendera asing masih diperbolehkan ikut dan bisa berganti bendera jika memenangkan lelang.

“Ini membuat susah kapal berbendera Indonesia karena dari sisi stok terbatas dan harga jadinya tidak kompetitif. Karena itu kita berharap ada klarifikasi tegas dari pemerintah soal implementasi cabotage mengingat di luar negeri dianggap masih ada peluang bagi kapal asing,” jelasnya.

Meskipun demikian, lanjutnya, perseroan tetap mencanangkan  target  meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 35 persen dan laba bersih 40 persen tahun ini,

“Kami tetap optimistis mampu meraih target itu karena pekerjaan lepas pantai makin banyak. Hal itu bisa dilihat dari pembukaan blok baru dan kecendrungan harga minyak yang tinggi sehingga kegiatan di hulu menjadi agresif,” jelasnya.

Investor Relations Manager Wintermar Pek Swan Layanto menambahkan, untuk mencapai target yang ditetapkan, perseroan menyiapkan dana sebesar 100 juta dollar AS yang berasal dari pinjaman bank sebesar 70 persen, dana internal, dan hasil Initial Public Offering (IPO) pada tahun lalu.

“Pada tahun lalu kami mendapatkan pinjaman dari OCBC NISP, UOB Buana, dan CIMB Niaga. Tahun ini sepertinya akan tetap mengandalkan beberapa bank lokal itu dan bank-bank asing. Kami juga berencana membayar hutang sebesar 138 miliar rupiah pada tahun ini,” jelasnya.

Berkaitan dengan kinerja perseroan pada tahun lalu, Pek Swan mengungkapkan, target yang dicanangkan untuk pendapatan dan laba bersih terlampaui. Awalnya, pada 2010 perseroan menargetkan pendapatan sebesar 650 miliar rupiah dan laba bersih 100 miliar rupiah. Realisasinya, pendapatan pada 2010 sebesar 669 miliar rupiah dan laba bersih 106 miliar rupiah.

“Kinerja yang kinclong pada tahun lalu berkat unit bisnis chartering yang banyak mendapatkan klien,” katanya.

Wintermar membagi unit bisnis atas tiga bagian yakni chartering, operasi kapal sendiri, dan ship management. Operasi kapal sendiri berkontribusi 50 persen bagi omset, disusul chartering 41 persen.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s