310311 Operator Jamin Pasokan Pulsa Lancar

 

 

JAKARTA—Operator telekomunikasi menjamin pasokan vocer pulsa ke pelanggan lancar walaupun sistem distribusi klaster diterapkan.

 

Demikian rangkuman pendapat dari EVP Sales OperationTelkomsel Hendri Mulja Sjam dan Direktur Komersial XL Axiata Joy Wahjudi kala dihubungi secara terpisah berkaitan kisruh penjualan pulsa dengan sistem klasterisasi.

 

“Tidak ada hubungannya antara pasokan vocer ke pelanggan dengan sistem distribusi hard cluster yang kami terapkan. Sampai saat ini pelanggan Telkomsel tidak mengeluhkan masalah ketersediaan pulsa,” tegas Hendri di Jakarta, Rabu (30/3).

 

Dijelaskannya, sistem hard cluster dilakukan oleh Telkomsel karena ingin menertibkan para distributor dan diler agar fokus dalam menggarap area yang menjadi tanggungjawabnya.

 

“Justru dengan sistem cluster ini harga dan pasokan bisa terjaga. Selama ini harga pulsa bisa tidak  terkendali sehingga antara satu wilayah bisa terjadi semacam subsidi yang merugikan pelanggan,” jelasnya.

 

Sementara Joy menegaskan, tidak ada masalah antara para distributor dan dilernya dengan sistem cluster yang diterapkan oleh XL karena selama ini komunikasi dijalin dengan baik.

 

“Kami sejak dua tahun lalu  menerapkan sistem cluster. Para distributor senang dengan konsep yang kita usung karena membantu mereka dalam  berjualan dengan area yang tertata rapi. Saya sayangkan hal ini menjadi ramai saat ini, harusnya dilihat dari semua sisi,” jelasnya.

 

Sebelumnya, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) berjanji akan memfasilitas kisruh perdagangan pulsa yang melibatkan operator dengan mitra distributor dan dilernya.

Langkah itu diambil setelah Masyarakat Pedagang Pulsa Indonesia (MPPI) menolak kebijakan baru operator seluler yang memberlakukan sistem kluster dalam distribusi pulsa elektrik karena merugikan pedagang kecil.

 

Penerapan sistem kluster, khususnya Telkomsel yang memberlakukan hard cluster, menghambat pedagang pulsa untuk memperoleh pasokan. Hard cluster yang diterapkan oleh Telkomsel membatasi distribusi pulsa yang dapat diterima pedagang, yakni setiap pedagang hanya dapat memperoleh pasokan dari distributor yang berada dalam satu kluster dengan jangkauan 3—4 kecamatan sesuai dengan posisi BTS  nomor telepon di mana pelanggan berada.

Distribusi dengan sistem kluster juga menyebabkan ketergantungan pembelian pasokan pedagang pulsa hanya melalui satu distributor pada tiap-tiap kluster dengan sejumlah potensi kerugian.

Potensi kerugian itu di antaranya tidak adanya pasokan yang dapat diperoleh pedagang ketika stok distribusi yang ditunjuk habis, tidak ada alternatif lain untuk memperoleh pasokan ketika pelayanan distributor buruk, dan tidak ada alternatif harga beli yang dapat dipilih ketika dianggap mahal.

Pola itu juga menyebabkan penurunan omzet penjualan pedagang sebesar 25—30 persen mengingat Telkomsel memegang porsi terbesar penjualan pulsa yakni mencapai 60 persen, disusul XL dan Indosat sebesar 30 persen, dan sisanya operator lain.

Klusterisasi juga diterapkan XL dan Indosat. Pola  distribusi yang diterapkan Indosat harus menggunakan chip SEV yang sesuai dengan lokasi distributor pemegang kluster yang ditunjuk. Adapun, klusterisasi XL yang diterapkan pada 2011 hanya memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk melakukan pengisian dari chip Dompet Pulsa XL dalam kluster yang sama.
[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s