290311 Telkom Pastikan Satelit Telkom-3 Meluncur akhir 2011

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memastikan peluncuran satelit Telkom-3 akan dilakukan pada akhir tahun  ini seiring adanya komitmen dari dua mitra asing yang ditunjuk untuk pembuatan infrastruktur senilai 200 juta dollar AS itu.

”Kami bisa pastikan Satelit Telkom-3 tetap meluncur pada tahun ini. Paling lambat jelang tutup tahun ini,” tegas Head Of Corporate Communication Telkom Eddy Kurnia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ditegaskannya, meskipun Satelit Telkom-3 merupakan satelit pertama Indonesia yang dibeli dari Rusia,  tetapi reputasi   ISS diyakini akan mampu menyelesaikan pengadaan Satelit Telkom 3 sesuai jadwal.

Sebelumnya, Direktur Teknologi dan Informasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Indra Utoyo mengungkapkan, peluncuran satelit itu molor dari jadwal   Agustus tahun ini   karena salah satu mitra yang ditunjuk yakni Thales Aleniaspace belum menyelesaikan pekerjaan perangkat komunikasi (Payload).

”Kemungkinan molor dari jadwal. Bisa akhir tahun ini atau awal tahun depan. Kami sedang meminta penjelasan dari Thales sebagai mitra,” ungkapnya.

Menurut Indra, perangkat komunikasi yang dibuat oleh Thales adalah ”jantung” dari satelit Telkom III sehingga sangat memegang peranan penting untuk infrastruktur tersebut.

Berdasarkan catatan, Satelit Telkom III menggandeng perusahaan asal Rusia , ISS Reshetnev, untuk pengadaan satelit, sedangkan perangkat komunikasi oleh Thales Aleniaspace dari Perancis, dan  akan diluncurkan dengan peluncur Proton M-breeze.

Infrastruktur  itu  berkapasitas 42 Transponder aktif yang setara dengan 49 transponder, terdiri dari 24 transponder Standart C-band, 8 transponder  C-band dan 4 transponder  ditambah 6 transponder Ku-Band.

Dari 42 transponder Satelit Telkom-3 sebanyak 40-45 persen atau sekitar 20 transponder akan dikomersialkan, sedangkan sisanya 55 persen untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group. Cakupan geografis Satelit Telkom-3 mencakup, Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext. C-band (Indonesia dan Malaysia) serta Ku-Band (Indonesia).

Berdasarkan studi yang dilakukan Telkom, terjadi peningkatan permintaan atas satelit komunikasi baik di Indonesia maupun negara-negara tetangga lainnya. ”Telkom, meyakini bahwa permintaan akan transponder masih akan tumbuh,” jelas Eddy.

Di Indonesia saat ini lebih dari 160 transponder dimanfaatkan untuk GSM backhaul, jaringan data dan untuk penyiaran. Sementara pasokan domestik yang dilakukan oleh Telkom sendiri hanya 101 transponder. Permintaan saat ini masih tumbuh untuk keperluan penyiaran (broadcast), 3G, Internet, Triple Play dan Quardraple.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s