280311 Operator Pelayaran Bidik Pasar Ekspor

JAKARTA—Operator pelayaran mulai serius membidik pasar angkutan ekspor yang selama ini dikuasai oleh pelaku usaha asing dengan memperkuat armada dan memperluas mitra kerja.

”Selama ini kapal-kapal asing menguasai 95 persen dari angkutan ekspor, sedangkan sisanya oleh kapal lokal. Kami ingin pasar ekspor itu mulai dinikmati oleh pemain lokal,” tegas Presiden Direktur Jaya Samudra Karunia Shipping  Dennis S.K. Jang di Jakarta, akhir pekan lalu.

Untuk diketahui,  total angkutan ekspor diperkirakan  550 juta ton dengan nilai mencapai 14,6 miliar dollar AS setiap tahunnya. Komoditi yang paling besar diekspor adalah batu bara dimana 90 persen diangkut oleh kapal berbendera asing.

Diungkapkannya, selama ini perusahaannya dengan 4 kapal jenis Panamax dan 4 kapal handymax yang total bernilai 128 juta dollar AS telah mengangkut 3 juta ton batubara.

”Kami menargetkan pada tahun ini bisa mengangkut 5 juta ton batu bara yang senilai 80 juta dollar AS untuk pasar domestik khususnya ke pembangkit listrik.  Sementara untuk pasar ekspor ditargetkan bisa diangkut 3 juta ton batu bara atau setara 45-50 juta dollar AS,” ungkapnya.

Dijelaskannya, untuk mencapai target tersebut rencananya akan dibeli tiga unit kapal tipe Panamax dan Supramax senilai 100 juta dollar AS.  ”Kami memperkuat  armada karena telah mendapatkan kontrak baru  untuk angkutan  batubara 5,8 juta ton per tahun dari PLN dan Guodian Power Plant (China),” jelasnya.

Kontrak untuk angkutan domestik diperoleh oleh perusahaan pelayaran itu dari PT. PLN Tanjung Jati B Unit 3 dan 4 sebanyak 4.3 juta per-tahun selama 14 tahun. Kemudian kontrak angkutan ekspor didapat dari Guodian Power Plant (China) sebanyak 1,5 juta per tahun selama 5 tahun. “Kepercayaan dari PLN dan Guodian ini tidak akan kami sia-siakan, tetapi kami harus lebih memacu diri dan meningkatkan mutu jasa dan pelayanan, ujarnya.

Dikatakannya, salah satu pembuktian perseroan terus serius meningkatkan mutu adalah dengan diraihnya sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 untuk ruang lingkup “Provision of Shipping and Chartering” dari lembaga  sertifikasi yang berbasis di Swiss dengan reputasi Internasional yakni  SGS (formerly Société Générale de Surveillance)

”Mendapatkan  sertifikat ISO 9001:2008  tidaklah mudah dan menjadi tantangan tersendiri untuk mencapainya. Ini  membuktikan perusahaan ini  sudah go internasional sebagai  organisasi besar dengan berbagai fungsi dan proses,” jelasnya.

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Indonesia National Shipowner Association (INSA) Paulis A. Djohan mengungkapkan,  untuk bisa menguasai 30 persen pangsa pasar angkutan ekspor, khususnya batu bara,  Indonesia membutuhkan 73 unit kapal  bulk carriers jenis handymax.

Menurutnya,  selama ini potensi pangsa muatan ekspor dan impor dari Indonesia belum dioptimalkan karena untuk merebutnya dibutuhkan dukungan kebijakan pemerintah. “Kita butuh. political will pemerintah,” katanya.

Dijelaskannya, jika kapal asing dibiarkan mengangkut angkutan ekspor maka pemerintah kehilangan penerimaan dari sisi pajak. “Ini karena konsep pembayarannya Freight on Board (FOB). Konsep ini hanya menguntungkan pembeli,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Leon Muhamad mengakui  instansinya sedang mencari terobosan untuk memperbesar pangsa muatan pelayaran nasional dengan mengincar muatan ekspor melalui  penerapan konsep Domestic Transporter Obligation (DTO). DTO adalah kebijakan yang mewajibkan eksportir mengalokasikan sebagian barangnya untuk diangkut kapal berbendera Indonesia.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s