240311 PT Kereta Api Diminta Tambah Kapasitas Angkut Batu Bara di Sumsel

JAKARTA—PT Kereta Api (KAI) diminta untuk segera menambah kapasitas angkut batu bara yang dibelinya dari PT Bukit Asam (Persero) Tbk di Sumatera Selatan, menyusul disepakatinya kontrak pembelian 8,1 juta ton batu bara 2011 untuk sejumlah pembangkit listrik miliknya.

Direktur Komersial PT Kereta Api Sulistyo Wimbo Hardjito mengaku tengah melakukan negosiasi dengan pihak PT PLN Batu Bara sebagai anak usaha PLN yang mengurusi pengadaan dan stok batu bara, menyangkut kemungkinan, nilai ekonomis, kesiapan sarana dan prasarana, pendanaan.

“Lintasan yang dilalui tetap sama yaitu Tanjung Enim-Tarahan, tetapi pelabuhan yang menjadi titik pengirimannya saja yang berbeda. Saat ini kami sedang mengkaji, di mana dilakukan unloading batu baranya, lalu berapa volume tambahan yang diinginkan PLN dan metode pengirimannya,” katanya di Jakarta, Rabu (23/3).

Diungkapkannya,  tambahan kapasitas angkut untuk memenuhi kebutuhan PLN kemungkinan besar baru bisa dilakukan pada 2012, karena saat ini PT KAI  masih menunggu tambahan sarana berupa 44 lokomotif dan 1.200 gerbong kereta pengangkut batu bara dengan dua gandar (KKBW) untuk batu bara yang sedang dalam proses tender.

Diperkirakan sarana gerbong tambahan yang akan dikirim secara bertahap oleh perusahaan pemenang tender itu paling cepat diterima perseroan pada Agustus 2011, sementara lokomotif dikirimkan pertama kali pada awal 2012. Bukit Asam sendiri berencana menambah jumlah produksi yang bisa diangkut menggunakan kereta api lintas Tanjung Enim-Tarahan sebanyak 40 juta ton-50 juta ton per tahun.

Direktur Utama Kereta Api Ignasius Jonan menambahkan, perusahaannya akan fokus mengembangkan kapasitas angkutan batu bara Sumatera Selatan untuk memenuhi kontrak angkutan dengan Bukit Asam yakni dari 10,5 juta ton pada 2009 menjadi 22,7 juta ton pada 2014.

Berdasarkan catatan, pada 2010, PT Kereta Api memperoleh laba sebelum pajak dari angkutan batu bara Sumatera Selatan sebesar  560 miliar rupiah  atau naik 27,2 persen dibanding realisasi 2009 sebesar  440 miliar rupiah. Pada 2011, ditargetkan pendapatan tersebut naik menjadi  790 miliar rupiah.

PT KAI sendiri  sedang  meningkatkan kapasitas angutan barang  dengan menambah sarana. Diantaranya, 170 unit gerbong PPCW dan KKBW dari PT INKA. Sarana lain yang dibeli untuk mendukung pertumbuhan tersebut yakni 26 unit lokomotif asal AS dan Kanada.

Dari  jumlah itu, sudah datang sebanyak 10 unit, enam unit diantaranya ditempatkan di Sumatera Selatan untuk angkutan batu bara. Sisanya sebanyak 16 unit,  masing-masing 10 dari General Electrik dan 6 unit dari EMD Kanada.  Dalam waktu dekat, PT KAI juga akan melelang 144 lokomotif. [dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s