220311 Koopetisi dalam Kompetisi

Jika dilihat dari sisi strategi perusahaan, struktur, dan persaingan, industri telekomunikasi di Indonesia saat ini ada pada level hypercompetition. Pemicunya adalah  jumlah operator yang sangat banyak. Kondisi ini telah memicu perang tarif  dan  fenomena “freemium”  yaitu produk atau jasa yang ditawarkan  berkualitas premium dengan harga sangat murah atau bahkan nyaris gratis.

Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko mengakui, saat ini  industri telekomunikasi tidak berkutat hanya di araenya jika  melihat pertumbuhan pendapatan dari value chain industri lainnya seperti musik dengan  ringbacktone,  media seperti SMS Vote untuk reality show,  advertising seperti SMS Iklan, serta  keuangan melalui m-money.

“Sektor ini sudah naik kelas menjadi industri yang konvergen.  Peluang dan tantangan pemain telekomunikasi  adalah masuk dalam industri yang konvergen dan menciptakan kurva pertumbuhan baru,” jelasnya di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, masuk ke industri yang konvergen  berarti perlu melihat juga komponen “related & supporting industries” dimana  membutuhkan pemahaman dan cara pandang yang baru. ”Inilah era koopetisi (Coopetition). Di satu sisi kita bekerja sama untuk men-deliver value kepada pelanggan, di sisi lain kita bersaing untuk meraih distribusi margin atau value dari pelanggan tersebut.,” jelasnya.

Ditegaskannya, pencarian pola bisnis yang baru dan kemitraan merupakan kunci dalam industri yang konvergen. ”Kita sudah melihat berbagai inisiatif strategis dari berbagai operator untuk masuk dalam industri yang konvergen ini. Merger, akuisisi, dan aliansi, akan kembali marak pada tahun ini,” jelasnya.

Presiden Direktur XL Axiata , Hasnul Suhaimi mengatakan, di masa depan peluang operator telekomunikasi masih besar untuk berkembang. Namun, untuk mencapai hal tersebut diperlukan investasi yang besar sehingga kerjasama antara pemain dibutuhkan.

“Kolaborasi antaroperator dibutuhkan, misalnya infrastruktur sharing baik yang aktif atau pasif. Tantangan industri telekomunikasi sekarang adalah bagaimana merengkuh C-Generation yang sebenarnya masih bisa dieksplorasi. Tapi sampai saat ini lebih banyak dari pihak luar yang memanfaatkan peluang dari C-Generation,” jelasnya.

Disarankannya, para pemain mulai mengubah paradigma fokus perhatian dari bersaing dengan kompetitor menjadi bersaing dalam kreatifitas memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan. ”Pada akhirnya keunggulan kompetisi terletak oada inovasi, kedekatan dengan pelanggan, efisiensi, operasi yang prima, dan keunggulan produk,” katanya.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah menegaskan, terbuka untuk melakukan kerjasama dengan semua pemain tetapi untuk sesuatu yang bersifat diluar infrastruktur. ”Kami terbuka sekali kerjasama untuk  mengisi infrastruktur yang telah susah payah dibangun,” tegasnya.

Direktur Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala  mengungkapkan, sekarang ini banyak operator yang memiliki jaringan tapi idle, sehingga memboroskan sumber daya alam terbatas.

”Ada baiknya dari operator saat ini saling berbagi sehingga bisa meminimalkan investasi. Kalau jaringan ini bisa dioptimalkan, titik jenuh di industri telekomunikasi akan bergerak lagi. Tinggal bagaimana perhitungannya antaroperator, dan tugas pemerintah hanyalah membuat regulasi yang tepat mengenai aturan kerja sama ini,” ujarnya.

Anggota  Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengakui di era konvergensi nantinya sektor telekomunikasi akan dianggap sebagai pesaing oleh industri lainnya. ”Hal itu sudah bisa dilihat di keuangan dimana perbankan merasa terancam dengan adanya layananam mobile money. Hal yang sama juga terjadi di periklanan melalui mobile advertising. Sudah saatnya memikirkan adanya revitalisasi dari sisi pengawas yang mengawasi sektor ini,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s