210311 Pemerintah Diminta Naikkan Tarif Pesawat

JAKARTA –Asosiasi Perusahaan Angkutan Udara Nasional Indonesia (Inaca) meminta kepada pemerintah untuk menaikkan tarif angkutan udara berjadwal dengan merevisi Keputusan Menteri (KM) No 26 tahun 2010 tentang tarif pesawat kelas ekonomi.

“Pekan depan kami akan melayangkan surat pemerintah agar segera merevisi penetapan tarif yang ada saat ini,” ungkap Sekjen Inaca, Tengku Burhanudin di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dijelaskannya, harga bahan bakar pesawat (avtur) yang terus mengalami kenaikan tersebut saat ini telah melampaui tarif yang ditetapkan dalam aturan yang ada. “Di beberapa tempat seperti Indonesia timur, harga avtur telah melebihi  10 ribu rupiah per  per liter. Karenanya kami menilai sudah saatnya tarif diperbarui,” jelasnya.

Sedangkan untuk harga avtur di Indonesia bagian barat mencapai lebih dari 9 ribu rupiah. Sementara  rata-rata keseluruhan harga avtur di Indonesia telah mencapai  9.800 rupiah  per liter.

Diungkapkannya,  Inaca mengajukan dua alternatif penyesuaian tarif akibat terus meningkatnya harga BBM dunia. Alternatif pertama adalah dengan kembali menerapkan fuel surcharge atau biaya selisih kenaikan harga avtur. Saat ini, fuel surcharge telah ditiadakan bersamaan dengan hadirnya KM No 26 tahun 2010.Adanya mekanisme  fuel surcharge tersebut, maka maskapai bisa menyesuaikan beban operasi yang ada.

Alternatif kedua adalah revisi tarif batas atas. Dalam KM No 26 tahun 2010 ditentukan tarif batas atas. Aturan tersebut bisa diganti apabila dalam tiga bulan berturut-turut harga avtur melebih  10 ribu rupiah  per liter, atau biaya operasi naik sebesar 20 persen.

Menurutnya,  selama pemerintah belum menaikkan tarif, maka maskapai akan mengurangi beban biaya komponen lain untuk memenuhi kebutuhan harga BBM. “Kalau beban BBM meningkat, maka maskapai akan mengurangi biaya komponen yang lain,” jelasnya.

Maskapai sendiri dalam menghadapi kenaikan harga BBM,  telah menaikkan harga
tiket mereka. Garuda Indonesia dan Indonesia AirAsia telah menaikkan harga tiket sebesar 5 persen. Maskapai lain pun saat ini telah bersiap-siap menaikkan harga tiket untuk mengantisipasi kenaikan harga.

Sementara Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Harry Bakti Singayudha Gumay bersikeras untuk tetap menggunakan aturan tarif yang ada saat ini.

Menurutnya, sesuai aturan revisi dilakukan setelah harga avtur melebihi  10 ribu rupiah  secara berturut-turut. “Kalau mau mengajukan revisi,  silakan, tetapi kita akan merevisinya sesuai aturan yang ada,” tegasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s