190311 Liberalisasi Penerbangan Hanya Untungkan Negara Kecil

JAKARTA—Kebijakan liberalisasi penerbangan dengan mengizinkan maskapai asing masuk ke wilayah Indonesia hanya menguntungkan negara-negara  kecil yang memiliki sedikit bandara.

“Open Sky yang akan diterapkan  empat tahun lagi hanya akan menguntungkan negara dengan luas geografi yang kecil dan hanya memiliki satu bandara. Untuk kasus ASEAN, negara yang dimaksud adalah Singapura dan Brunei Darussalam. Serta negara hub yang memiliki keuntungan geografis seperti Singapura dan Malaysia,” ungkap  Sekjen  Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanuddin di Jakarta, Jumat (18/3).

Menurutnya,  maskapai nasional dari negara besar yang memiliki beberapa kota tujuan utama seperti Indonesia, menilai kebijakan tersebut belum saatnya dilaksanakan. Hal ini Karena perjanjian hubungan udara bilateral yang ada sekarang masih mencukupi dari sisi hak angkut, kapasitas dan frekuensi.

Dimintanya,  pemberlakuan open sky menggunakan prinsip keadilan. Saat ini dengan pemerintah menetapkan lima bandara internasional, sementara Singapura dan Malaysia hanya membuka satu bandaranya jelas tidak menguntungkan maskapai Indonesia.

Deputi Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sumaryanto Widayatin meminta Kementerian Perhubungan untuk melindungi pangsa pasar penumpang domestik dari maskapai asing sebelum kebijakan liberalisasi penerbangan ASEAN (open sky) mulai berlaku 2015.

“AirAsia Malaysia dengan nomor registrasi AK, saat ini telah menerbangi kota-kota diluar lima bandara yang telah ditetapkan tersebut. Jika tidak ada ketegasan, seluruh maskapai nasional termasuk dua maskapai BUMN yaitu Garuda Indonesia dan Merpati akan tergerus pangsa pasarnya,” kata Sumaryanto.

Dia menyebutkan sejumlah rute yang dilayani AirAsia Malaysia diluar lima bandara yang telah ditetapkan antara lain Banda Aceh-Kuala Lumpur, Padang-Kuala Lumpur, Pekanbaru-Kuala Lumpur, Solo-Kuala Lumpur, Yogyakarta-Kuala Lumpur, Balikpapan-Kuala Lumpur, serta Palembang-Kuala Lumpur.

“Seluruh rute tersebut telah melanggar pembatasan bandara yang boleh dilayani sesuai open sky. Kementerian Perhubungan sebagai otoritas industri penerbangan harusnya melakukan sesuatu,” tegasnya. Maskapai asing lain yang juga melayani penerbangan menuju bandara yang tidak ditetapkan bisa melayani open sky adalah Malaysia Airlines. Maskapai tersebut memiliki penerbangan menuju Bandung dari Kuala Lumpur, serta Yogyakarta-Kuala Lumpur.

Berdasarkan catatan, Keputusan Menteri Perhubungan KM Nomor 11/2010 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional yang menetapkan hanya membuka lima bandara internasional untuk melayani open sky. Lima bandara tersebut adalah Soekarno-Hatta Jakarta, Ngurah Rai Balim, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar, dan Polonia Medan.

Sementara Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan menjelaskan, instansinya mengizinkan AirAsia Malaysia untuk beroperasi mengangkut penumpang dari bandara lain diluar lima bandara yang ditetapkan, karena antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia sudah memiliki kesepakatan air service agreement yang berlaku secara bilateral.

“Jadi maskapai Malaysia yang beroperasi ke Indonesia menggunakan dasar kerja sama tersebut, bukan menggunakan landasan kebijakan open sky. Sesuai kesepakatan open sky, maskapai asing hanya boleh terbang point to point dari kota di negara asalnya menuju kota yang sudah ditetapkan untuk melayani. Tidak diperbolehkan terbang lintas kota di Indonesia dan mengangkut penumpang,” tegasnya.

Berdasarkan catatan, pangsa pasar penumpang pesawat domestik maupun internasional yang diterbangkan maskapai nasional terus tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun.

Pada 2010 lalu total penumpang domestik sebanyak 51,5 juta, tumbuh 18,3 persen dibanding realisasi 2009 sebanyak 43,5 juta. Sementara total penumpang internasional sebanyak 6,5 juta, tumbuh 32,6 persen dibanding realisasi 2009 sebanyak 4,9 juta. Untuk pasar rute internasional Indonesia Air Asia menjadi penguasa jumlah penumpangnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s