170311 Mendesak, Hadirnya Model Bisnis Konten dan Operator

JAKARTA—Para pemangku kepentingan di sektor telekomunikasi harus segera mencari model bisnis yang ideal antara pengembang konten dengan operator agar tidak ada satu pihak yang merasa dirugikan.

”Pengaturan yang jelas dan adaptif dengan teknologi  harus disiapkan oleh
regulator telekomunikasi terkait peran pemain konten atau aplikasi di era konvergensi,” tegas Ketua Komite Tetap Bidang Telekomunikasi Kadin Indonesia Johnny Swandi Sjam di Jakarta, Rabu (16/3).

Menurutnya,  jika tidak ada pengaturan yang jelas terhadap pengembang aplikasi  di era konvergensi maka tsunami konsumsi data bisa terjadi di jaringan operator yang berujung peran penyelenggara jaringan hanya menjadi  pipa penghantar data (dumb pipe).

”Di Amerika Serikat teriakan yang keras  tentang debat Network Neutrality sudah terjadi, jika ini tidak diantisipasi hal itu bisa  terjadi di Indonesia,” katanya.

Untuk diketahui, di Amerika Serikat para operatornya digugat oleh pengguna internet karena dinilai memberikan kualitas akses berbeda untuk setiap konten yang ingin dinikmati oleh pengguna. Operator lebih mengutamakan  kualitas akses terbaik bagi mitra kontennya, sementara pihak bukan mitra hanya diberikan best effort.

”Aturan main yang jelas harus ada antara kedua belah pihak ini. Khususnya soal  masalah porsi keuntungan ideal bagi operator dan pengembang,” jelasnya.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmasnyah mengungkapkan, jika melihat fenomena suksesnya toko aplikasi Apple, pembagian keuntungan hanya antara Apple dengan para pengembang aplikasi. ”Operator tidak mendapatkan porsi apa-apa. Makin parah lagi, jika ditanya ke microsoft, apple, dan pemain sejenis, mereka tidak memandang operator sebagai pesaing. Ini artinya operator tidak dianggap bagian dari ekosistem,” sesalnya.

Pengamat telematika Soemitro Rustam mengungkapkan, para pemain konten sendiri mendapatkan kendala untuk berkembang karena operator menerapkan pola jaminan pendapatan jika ingin bekerjasama. ”Banyak pengembang konten yang pemain pemula, tetapi langsung diminta jaminan keuntungan oleh operator. Ini membuat mereka susah berkembang,” ungkapnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s