170311 Aturan Modern Licensing Sebaiknya Direvisi

 
JAKARTA—Regulator sebaiknya merevisi aturan modern licensing (Lisensi modern) untuk mengikuti perkembangan bisnis telekomunikasi yang bernafaskan Coopetition.

”Industri telekomunikasi itu di dalam bersaing ada kerjasama. Saat  penetrasi sudah tinggi, sudah tidak tepat  memaksa operator untuk membangun hingga ke pelosok. Paradigma ini harus diganti,” ungkap Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi di Jakarta, Rabu (16/3).

Menurutnya, hal yang ideal adalah cukup ada satu operator di pelosok karena jika terlalu banyak pemain justru tidak memberikan pendapatan bagi semua pihak. ”Ketika ada dua pemain atau tiga di satu area pelosok, kasihan operator pertama yang hadir, pendapatannya langsung tergerus sementara titik impas belum didapat,” jelasnya.

Masih menurut Hasnul, operator saat  ini membutuhkan kerjasama terutama dalam penggunaan infrastruktur bersama mulai dari level backbone, backhaul, hingga akses. ”Jika itu bisa dilakukan, maka investasi penggelaran jaringan bisa dihemat dan digunakan untuk hal lainnya. Pelanggan pun akan senang karena kualitas meningkat,” katanya.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengakui diperlukannya komitmen dari pemerintah untuk membantu operator yang membangun di area pelosok. ”Memang ideal untuk area pelosok itu cukup satu operator saja. Lebih ideal adanya insetif, misal tarif yang khusus,” katanya.

Menurutnya, masalah penggelaran jaringan telekomunikasi harus diserahkan kepada pemain yang benar-benar nafas dari infrastruktur sehingga tidak terjadi spekulasi sehingga merugikan industri. ”Kita sudah dapat pelajaran dari Palapa Ring atau tender Wimax dimana ada pelaku usaha yang kurang paham jaringan telekomunikasi ikut bermain. Akhirnya kelimpungan sendiri dalam realisasi. Dan terbukti untuk Palapa Ring Telkom yang mampu menyelesaikan tahap pertama dan komersial bulan depan,” jelasnya.

Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono mengatakan, harus ada kejelasan di masa depan pihak yang membangun jaringan fisik, jasa, virtual, dan portal. ”Soal backbone bandwitdh sangat krusial. Pemerintah harus berani menunjuk satu operator membangun, jika tidak masalah akan berlarut-larut,” tegasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s