150311 Program Pemasaran: Telkomsel Mainkan Gratis Suara. Upaya Merebut Kembali Pasar yang Tergerus

Penguasa seluler, Telkomsel,  akhirnya gerah juga dengan serangan dari pesaingnya sejak kuartal keempat 2010 lalu yang memainkan jasa suara sebagai alat pemasaran.

Andalan dari PT Telekomunikasi Indonesia (Tbk) di jasa seluler itu akhirnya menjawab tantangan para pesaing dengan  merilis program smiPATI Gratis Nelpon berjam-jam  untuk pelanggan baru kartu prabayar simPATI Freedom yang melakukan aktivasi mulai 10 Maret 2011. Program yang berlaku untuk jam-jam tertentu itu baru bisa dinimati pelanggan setelah menelepon antara 1 hingga dua menit.

Setelah menelepon 1 menit antara pukul 06.00 hingga pukul 10.59, pelanggan akan mendapatkan gratis menelepon hingga enam jam ke sesama pelanggan Telkomsel. Hanya saja, telepon gratis baru bisa digunakan untuk komunikasi antara pukul 00.00- 05.59.

Pelanggan baru Simpati Freedom juga bisa menikmati tarif  30 rupiah  per menit setelah melakukan panggilan selama 2 menit. Pada dua menit pertama berlaku tarif normal, selanjutnya berlaku tarif  30 rupiah per menit untuk telepon berikutnya antara pukul 11.00-23.59. Di beberapa daerah berlaku ketentuan yang berbeda. Telkomsel memberlakukan limit waktu 1,5 menit hingga 2,5 menit untuk bisa menikmati tarif  30 rupiah  per menit.
Sedangkan untuk pelanggan simPATI eksisting, Telkomsel memberikan  promo Double Talkmania, yakni bebas menelpon ke seluruh pelanggan Telkomsel berkali-kali hingga 100 menit (6.000 detik). Kali ini Double Talkmania hadir lebih spesial dengan bonus ekstra nelpon 100 menit pada hari selanjutnya.

Talkmania siang bisa digunakan untuk nelpon mulai pukul 01.00 hingga pukul 18.00 dengan cukup sekali melakukan aktivasi pada pukul 01.00 hingga pukul 16.30. Talkmania malam berlaku mulai pukul 17.00 hingga pukul 23.59 dengan melakukan aktivasi pada pukul 17.00 hingga pukul 23.30. Bonus ekstra nelpon 100 menit dapat dinikmati di hari selanjutnya mulai pukul 00.00 hingga pukul 05.59.

Pelanggan hanya dikenakan dua ribu rupiah  untuk mendaftar Talkmania siang atau setara dengan  10 rupiah per menit. Sementara itu, biaya pendaftaran Talkmania malam sebesar  2.500 rupiah  untuk pelanggan di Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, serta Rp 3.000 khusus pelanggan di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur. Saat ini total pelanggan simPATI sebanyak 60 juta nomor dimana 50 persen aktif mengakses promo Talkmania. Sedangkan pengguna simPATI Freedom sebanyak 20 juta nomor.

Merebut Pasar
Deputy Vice President Product Lifecycle Management Business  Telkomsel Ririn Widaryani menjelaskan, produk simPATI dipilih untuk menjawab tantangan dari para pesaing karena posisinya yang kuat di pasar Pulau Jawa.

“Kami memang memiliki kartu prabayar lainnya yakni kartuAs yang digunakan 35 juta pelanggan. Masalahnya KartuAs ini kuat di luar Pulau Jawa secara merek, sedangkan posisi Telkomsel di beberapa area Jawa seperti Jawa Tengah dan Timur sedang digempur oleh pesaing melalui penawaran jasa suara yang murah,” jelasnya di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, masyarakat di Pulau Jawa masih menganggap simPATI sebagai merek yang kuat sehingga untuk mengakuisisi dan mempertahankan pasar lebih efektif menggunakan merek tersebut. Produk ini sendiri di Jawa digunakan sekitar 24 juta pelanggan. “Kami sadar simPATI adalah merek premium dari Telkomsel, tetapi itu di masa lalu. Premium masa sekarang tidak identik dengan tarif mahal lagi,” katanya.

Ririn mengakui, agar program ini berhasil komunikasi pemasaran secara cluster adalah kunci suksesnya. “Kami harus mengkomunikasikan keunggulan produk ini sesuai wilayah yang disasar. Jika tidak, bisa terjadi kanibalisasi dengan KartuAs,” jelasnya.

Manager Brand Management simPATI T. Ferdi Febrian menambahkan, kanibalisasi antara pelanggan simPATI lama dengan baru pun telah diminimalisasi dengan hadirnya double Talk Mania. “Kami memiliki pelajaran dari program pemasaran beberapa tahun lalu. Sekarang dua tipe pelanggan itu harus dijaga,” jelasnya.

Deputy Vice President Corporate Secretary Telkomsel Aulia Ersyah Marinto menjelaskan,  penggelaran program nasional tersebut mempertimbangkan banyak faktor antara lain kultur, pola komunikasi pelanggan, daya beli dan trafik yang berbeda-beda di setiap wilayah.

“Produk baru ini mengincar segmen pelanggan yang suka berpindah-pindah karena program promosi (Swinger) yang diperkirakan sebesar 30 persen besarnya dari total pelanggan telekomunikasi. Kami harus mengikuti perkembangan pasar kalau kenyataan pelanggan itu adanya di segmen C dan D, anak muda, dan swinger,” jelasnya.

Aulia pun menyakini memangkas harga suara tidak akan memukul kinerja pendapatan perseroan karena  pertumbuhan layanan itu  di Jawa maupun luar pulau Jawa termasuk di kawasan Indonesia Timur masih  besar.

“Meskipun layanan ini memasuki ambang saturasi (mature) harus tetap dijaga dan  di-monetize. Apalagi Telkomsel memiliki 37 ribu BTS dengan daya jangkau 97 persen total populasi Indonesia yang harus dimaksimalkan kapasitasnya untuk semua jasa,” jelasnya.

Santai
Menanggapi aksi dari penguasa pasar, Axis, Indosat, dan XL yang dianggap sebagai penggerus di area Jawa bereaksi dengan santai. “Kami senang juga operator sekelas Telkomsel memperhatikan aksi pemain kecil seperti Axis. Itu artinya penawaran pemasaran Axis bisa diterima konsumen,” jelas VP Sales and Distribution Axis Syakieb A. Sungkar.

Direktur Konsumer XL Axiata Joy Wahjudi menegaskan, sebenarnya penawaran SMS gratis lebih seksi di kawasan Jawa. “Tetapi melihat aksi pesaing tentu harus ada evaluasi untuk produk XL. Kami akan menanggapi setelah melihat perkembangan pasar nantinya,” katanya.

Sementara menurut Brand Manager IM3 Andre Reynaldi produk perseroannya masih lebih seksi karena pesaing hanya murah dikala waktu tidak sibuk (Off Peak), sedangkan di waktu sibuk (Peak time) masih mahal. “Kami masih puas dengan kemasan untuk prabayar IM3 dan Mentari sekarang walaupun di Jawa pertarungan memang keras karena tiga pemain besar jumlah pelanggannya beda tipis,” jelasnya.

Sedangkan Praktisi Telematika Teguh Prasetya melihat, penawaran promo simPATI terbaru lebih didasari basis pelanggan Telkomsel yang besar di luar Pulau Jawa. “Produk ini difokuskan di Jawa karena ingin mengcounter penawaran gratis suara lintas operator milik pemain lain. Semua orang juga tahu trafik industri itu besar ke pelanggan Telkomsel. Jika Telkomsel menggratiskan ke sesama pelanggannya, tentu ini membuat penawaran pesaing lain tidak ada artinya,” katanya.[dni].

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s