150311 Peluncuran Satelit Telkom III Molor

JAKARTA—Peluncuran satelit Telkom III yang sedianya pada Agustus tahun ini diperkirakan akan molor karena salah satu mitra yang ditunjuk yakni Thales Aleniaspace belum menyelesaikan pekerjaan perangkat komunikasi (Payload).

”Kemungkinan molor dari jadwal. Bisa akhir tahun ini atau awal tahun depan. Kami sedang meminta penjelasan dari Thales sebagai mitra,” ungkap Direktur Teknologi dan Informasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Indra Utoyo kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Dijelaskannya, perangkat komunikasi yang dibuat oleh Thales adalah ”jantung” dari satelit Telkom III sehingga sangat memegang peranan penting untuk infrastruktur tersebut.

Berdasarkan catatan, Satelit Telkom III menggandeng perusahaan asal Rusia , ISS Reshetnev, untuk pengadaan satelit, sedangkan perangkat komunikasi oleh Thales Aleniaspace dari Perancis, dan  akan diluncurkan dengan peluncur Proton M-breeze.

Infrastruktur yang menelan investasi 200 juta dollar AS itu  berkapasitas 42 Transponder aktif yang setara dengan 49 transponder, terdiri dari 24 transponder Standart C-band, 8 transponder  C-band dan 4 transponder  ditambah 6 transponder Ku-Band.

Dari 42 transponder Satelit Telkom-3 sebanyak 40-45 persen atau sekitar 20 transponder akan dikomersialkan, sedangkan sisanya 55 persen untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group. Cakupan geografis Satelit Telkom-3 mencakup, Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext. C-band (Indonesia dan Malaysia) serta Ku-Band (Indonesia).

Sebelumnya Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan, satelit tersebut rencananya  akan memperkuat jaringan dan kebutuhan saluran teresterial, serta  untuk keperluan menghubungkan jaringan serat optik yang sudah dimiliki Telkom.

“Kami optimistis dalam waktu empat hingga lima tahun akan kembali investasi yang dikeluarkan untuk satelit tersebut karena setiap tahunnya akan ada pendapatan dari penyewaan transponder sebesar 40-50 juta dollar AS,” jelasnya

Untuk diketahui,  pemanfaatan transponder di Indonesia saat ini lebih dari 160 transponder untuk GSM backhaul, jaringan data dan selanjutnya untuk penyiaran. Sementara pasokan domestik yang dilakukan oleh Telkom, Indosat, Cakrawala, dan PSN hanya 101 transponder. Permintaan saat ini masih tumbuh untuk keperluan penyiaran (broadcast), 3G, Internet, Triple Play dan Quardraple.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s