150311 Menyapih Diri untuk Menggaet Pasar

International Data Corporation (IDC) Indonesia memperkirakan jumlah penggunaan perangkat bergerak (mobile device) pada 2011 mencapai 240 juta unit atau naik 8,3 persen ketimbang 2010 sebesar 220 juta unit. Perangkat bergerak disini adalah modem, smartphone, notebook, netbook, tablet, dan lainnya.

Senior Market Analyst IDC Indonesia Rizki Muhammad Ridwan pertumbuhan mobile device tak bisa dilepaskan dari semakin terjangkaunya harga perangkat sehingga membuat pangsa pasar pengguna turun ke segmen C dan D di kelas sosial masyarakat.

Pengamat telekomunikasi Guntur S Siboro mengakui, untuk Indonesia, pasar teratas di piramida sosial yakni A dan B sudah sulit diharapkan adanya pertumbuhan karena masuk ke era  saturasi. “Potensi itu di segmen C dan D serta anak muda. Untuk mengakusiasi segmen ini produsen harus bisa menyesuaikan penawarannya dengan psikografis pasar terutama harga dan persepsi konsumen terhadap produknya,” jelasnya.

Praktisi telekomunikasi lainnya,  Bayu Samudiyo menyarankan, sebagai operator yang  selama ini identik  dengan tarif mahal, Telkomsel  harus menyapih diri baik dari sisi produk atau komunikasi pemasaran jika ingin mengakuisisi  segmen C dan D.

“Operator sekelas Telkomsel di belahan negara manapun pada masa seperti sekarang menghadapi masa-masa yang berat. Hal ini karena sudah memiliki basis pelanggan dan infrastruktur besar, sementara pertumbuhan mulai melambat. Repositioning produk memang harus dilakukan, tanpa melupakan retensi untuk pelanggan lama,” jelasnya.

Dijelaskannya,  di saat memasuki era pasar  yang  mulai atau bahkan sudah jenuh seperti sekarang ini, strategi pemain sekelas Telkomsel  harus lebih  mengarah pada membangun loyalitas  dan retensi agar pelanggannya tidak kabur.

“Komunikasi pemasaran Telkomsel tidak mungkin mengklaim “termurah” seperti yang lain karena itu akan membuat pasar menjadi ragu mengingat selama ini sudah identik sebagai produk dengan tarif premium. Sebaiknya menyapih diri untuk dibilang murah secara perlahan dan lebih realistis,” jelasnya.

Salah satu solusi, lanjutnya,  berani memberikan  bonus ala pesaingnya walau  terkesan menjadi follower alias pengekor di pasar. ”Telkomsel tidak mungkin  memulai perang program pemasaran yang bisa merusak pendapatannya,” tegasnya.

Menurutnya, aksi Telkomsel melepas program gratis nelpon berjam-jam bagi pengguna simPATI itu tidak akan menggerus pendapatan karena sebenarnya tarif menelpon normal dari  produk itu masih premium.

”Pelanggan menikmati bonus tentu setelah melakukan sesuatu dulu, setelah itu rasakan tarif simPATI yang normal. Apalagi Telkomsel sudah menjaga pelanggan tidak pindah dengan disiapkannya KartuAs sebagai  fighting brand untuk  mempertahankan “jumlah pelanggan” dan menjaga perpindahan  dari simPATI,” jelasnya.

Deputy VP Corporate Secretary Telkomsel Aulia Ersyah Marinto menegaskan, perseroan tidak pernah memulai perang tarif karena sebagai pemimpin pasar memiliki kewajiban menjaga industri tetap bertumbuh. ”Peran dan tanggungjawab kami ini berat. Apalagi kami satu-satunya operator yag masih dominan saham Indonesia-nya. Tetapi karena ini pasar bebas, jika ada yang ”jual” tentu kami ”beli”,” ketusnya.

Pada kesempatan lain, Direktur Lembaga Pengembangan dan Pemeberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala mengingatkan, semua pengguna jasa telekomunikasi untuk berhati-hati dengan penawaran operator karena sebagai entitas bisnis tentu bertujuan mencari keuntungan.

”Jangan mudah tergoda penawaran gratis. Operator harus mengedukasi masyarakat dengan komunikasi pemasaran yang lebih cerdas,” tegasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s