120311 Aturan Kapal Khusus Lepas Pantai Harus Kedepankan Nasionalisme

JAKARTA—Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) meminta Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dalam membuat aturan untuk kapal khusus lepas pantai mengedepankan kepentingan nasional dengan memperhatikan pelaku usaha pelayaran lokal.

“Kita menyambut gembira hasil kesepakatan Komisi V DPRI, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan pemerintah yang diwakili oleh Kemenhub,  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  dan Kementrian Hukum dan HAM yang menelurkan kesepakatan mengedepankan kepentingan nasionalisme itu. Sekarang tinggal menunggu tindak lanjutnya,” ujar Ketua umum INSA Johnson W Sutjipto di Jakarta, Jumaat (11/3).

Dia meminta, dalam  membuat  peraturan perundang-undangan di bawah Undang-undang (UU)  terkait ketentuan pengoperasian kapal untuk kepentingan kegiatan usaha minyak dan gas bumi  lepas pantai (offshore) yang bersifat khusus dan tidak digunakan untuk mengangkut orang dan/atau barang yang dikeluarkan selambat-lambatnya pada 7 April nanti, masalah kepentingan nasional tetap harus dikedepankan.

Kepentingan nasional disini adalah dalam memberikan dispensasi beroperasinya kapal asing untuk kegiatan khusus lepas pantai khususnya dengan mengeluarkan Pemberitahuan Penggunaan Kapal Asing (PPKA) secara ketat. “Rencananya nanti sebelum PPKA dikeluarkan ada rapat tripatrit antara Kemenhub,  BP Migas, dan INSA untuk memastikan ketersediaan kapal lokal. Dengan begitu, tidak sembarangan kapal asing diberiakn dispensasi,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah diminta untuk memberikan jaminan terkait kepastian kapal lokal untuk mendapatkan pekerjaan lepas pantai kala tender dilakukan. “Idealnya ini diatur juga dalam peraturan tersendiri atau dimasukkan dalam aturan khusus yang akan dibuat itu,” katanya.

Sebelumnya, juru bicara Kemenhub Bambang S Ervan mengakui akan ada aturan khusus yang  bisa berbentuk Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Menteri untuk kapal asing di kegiatan khusus lepas pantai. Kegiatan khusus yang diatur adalah Sesimic, Dirlling, dan konstruksi lepas pantai.
Sedangkan kegiatan pelayaran niaga nasional wajib menggunakan kapal lokal. Semua ini dilakukan demi menjunjung azas cabotage tetap berjalan di Indonesia.

Azas cabotage adalah ketentuan muatan domestik diangkut kapal-kapal berbendera nasional. Azas ini berlaku untuk  kapal-kapal jenis cair dan lepas pantai pada  tahun 2010 dan 2011. Saat ini hanya tinggal sektor Off Shore yang belum menjalankan cabotage.

Di Off Shore sendiri kapal yang melayani terbagi atas tiga kategori yakni A, B, dan C. Kelompok A yakni  jenisn Tugboats, Mooring Boats, Utility Vessels, Barges, Landing Craft, Oil Barges, Security Boats, Sea Trucks, Crew Boats, Crane Barges, Pilot Barges dan Anchor Boat ditutup bagi kapal asing  mulai 1 Januari 2010.

Sedangkan kapal kelompok B yakni jenis Accomodation barges ukuran 250 ft class ke atas, Anchor Handling and Tugs (AHT), Anchor Handling and Tug Supply (AHTS), ASD tTugboats, Platform Supply Vessel (PSV),  Seismic Vessel, Crane Barge, Floating Storage and Offloading (FSO), Floating Production Storage and Offloading (FPSO).

Adapun kapal kelompok C yakni Jack Up Rig, Drill Ship, Submersible Rig dan Cable Laying Ship. Kapal tipe C inilah yang masuk kategori khusus nantinya. “Nantinya dalam aturan itu juga ditegaskan kegiatan mengangkut  logistik bagi kapal khusus ini harus oleh kapal berbendera Indonesia,” jelas Bambang.

Berkaitan dengan nasib rencana revisi UU Pelayaran yang diajukan oleh pemerintah, Bambang menjelaskan, Komisi V DPR RI sepakat untuk melakukan pendalaman lebih lanjut mengenai perlu tidaknya mengubah UU itu.

Sementara itu, lima dari  sembilan fraksi di DPR RI menolak usulan revisi  UU Pelayaran yang menghapus penerapan asas cabotage bagi kapal-kapal asing yang menunjang kegiatan industri minyak dan gas bumi (migas) karena dinilai tidak relevan dan berpihak pada kepentingan asing.

Kelima fraksi itu adalah  Partai Golkar (FPG), Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) dan Fraksi Partai Gerindra.

Juru bicara FG Yoseph A. Nae Soi menegaskan  penerapan asas cabotage dalam angkutan laut dalam negeri adalah harga mati dan mutlak dilaksanakan pada 7 Mei 2011 sebagaimana diamanatkan UU. Karena itu, fraksinya menolak  usulan pemerintah merevisi pasal 341 UU No.17/2008 karena secara subtansi pasal tersebut mendukung pelaksanaan asas cabotage.

“Bagi Fraksi Golkar pemberlakuan asas cabotage dalam industri angkutan laut dalam negeri yang melayanai angkutan penumpang dan barang antar pelabuhan maupun antar pulau sudah final dada tidak perlu dibahas lagi. “ kata Yoseph.

Juru bicara FPKS KH Abdul Hakim juga mengungkapkan alasannya yang sama. Menurut sekretaris FPKS ini, usulan perubahan pasal 341 UU No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran tidak relevan dengan kandungan substansi pasal 8, 9, 10 dan pasal 341 UU No. 17 tahun 2008 yang semuanya mengatur tentang kegiatan angkutan laut dalam negeri baik untuk mengangkut penumpang maupun barang antarpulau atau antarpelabuhan dan harus berbendera Indonesia serta diawaki oleh awak kapal berwarnaneragaan Indonesia.

Sementara usulan perubahan pasal 341 yang diajukan pemerintah mengatur tentang kapal tertentu yang notabene tidak melayani kegiatan angkutan penumpang maupun barang antarpulau atau antarpelabuhan di wilayah perairan Indonesia seperti kapal survei minyak dan gas bumi, kapal pengeboran, kapal konstruksi lepas pantai  dan kapal penunjang operasi lepas pantai lainnya.

Menurutnya, dalam kesimpulan Naskah Akademik RUU tentang Perubahan atas UU No.17 tahun 2008  yang menyatakan,  ”Untuk menjamin ketersediaan kapal asing penunjang kegiatan eksplorasi dan produksi migas di perairan lepas pantai agar kelangsungan produksi migas nasional tidak terhenti, maka perlu dilakukan perubahan UU No.17 tahun 2008,”  menunjukan keberpihakan pemerintah untuk mempertahankan keberadaan kapal-kapal asing.

Juru bicara Fraksi PDIP Lazarus  juga menolak secara tegas usulan revisi UU Pelayaran dan  berpandangan  usulan pemerintah akan menggiring anggapan orang bahwa pemerintah dapat di dikte oleh kepentingan asing

“FPDIP berpendapat bahwa hal ini tidak sesuai dengan semangat kebangsaan. Jika Indonesia  tidak melakukan politik tutup pintu dengan negara lain, maka negara ini akan dibanjiri oleh tenaga kerja asing sementara bangsa sendiri menganggur,” kata Lazarus,  .

Berbeda dengan fraksi-fraksi lainnya, Fraksi Partai Demokrat justru belum dapat memberikan kesimpulan menolak atau menerima. Juru bicara FPD Nova Iriansyah mengatakan fraksinya perlu menkaji lebih dalam usulan revisi yang diajukan pemerintah.[dni]

120311 Maskapai Batalkan Penerbangan Ke Tokyo

JAKARTA—Dua maskapai yang melayani rute Jakarta-Tokyo membatalkan penerbangan di jalur itu menyusul tsunami yang melanda Ibu Kota Jepang itu yang  berujung  ditutupnya Bandara Narita (Tokyo).

Garuda Indonesia besok membatalkan penerbangan ke Tokyo, dan kemungkinan mengalihkan ke Osaka (Jepang). “Bandara Narita masih ditutup jadi kemungkinan penerbangan besok ke Tokyo divert ke Osaka,” ungkap Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan di Jakarta, Jumaat( 11/3).

Diungkapkannya,  penerbangan Garuda dari Jepang sudah berangkat semua ke Indonesia, dan tiba nanti malam. “Pesawat kami sudah berangkat semua dari Nagoya, Osaka, dan Tokyo. Kalau penerbangan ke Jepang, rencananya ada yang berangkat nanti malam dari Jakarta dan Denpasar,” jelasnya.

Garuda Indonesia melayani penerbangan Jakarta-Tokyo satu kali sehari, dan Denpasar-Tokyo juga sekali sehari. Selain ke Tokyo, maskapai bernomor penerbangan GA itu juga melayani penerbangan ke Nagoya empat kali seminggu, dan ke Osaka lima kali seminggu.

Sementara itu, maskapai asal Jepang, yakni All Nippon Airways (ANA), juga membatalkan penerbangan rute Jakarta-Tokyo.
Laman resmi maskapai itu  memberikan tiga alternatif untuk rute penerbangan dari dan ke Tokyo, yaitu ditunda, dibatalkan, atau dialihkan.

Adapun satu maskapai asal Jepang lainnya, yaitu Japan Airlines juga melayani rute Jakarta-Tokyo namun saat ini belum ada keterangan resmi di situs perusahaan terkait ditutupnya Bandara Narita.

Sedangkan juru bicara Singapore Airlines Glory Henriette mengungkapkan, maskapainya melayani penerbangan ke Narita  Haneda di Tokyo. “K Narita airport ditutup pesawat SIA mendarat di bandara  Haneda,” jelasnya.

Diungkapkannya, SIA melayani rute ke  Fukuoka sebanyak lima kali,  Nagoya 7 kali,  Osaka 10 kali, Tokyo 28 kali  seminggu.

Secara terpisah, Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengungkapkan, telah mengeluarkan maklumat pelayaran untuk seluruh administrasi pelabuhan yang berada di kawasan timur Indonesia.

“Kami sudah memperingatkan terjadinya potensi tsunami di kawasan itu menyusul terjadinya gempa dan tsunami di Jepang. Para pimpinan daerah diharapkan mempersiapkan diri dengan mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi,” katanya.[dni]

Assallammuallaikum wwb
Salam sejahtera untuk kita semuanya.

Pertama-tama saya sebagai  salah satu penganggas acara ini mengucapakan ribuan terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu semuanya di ruangan ini untuk mengikuti seminar yang kami adakan.

Ide dari tema seminar ini sebenarnya kala saya mewawancarai salah satu petinggi operator di negeri ini (yang kebetulan hadir yakni Pak Sarwoto)  dimana selain menjadi Direktur Utama Telkomsel juga Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).

Kala itu saya bertanya tentang kinerja Telkomsel pada 2010. Saya sangat kaget, karena selama menjadi pewarta di Telco, baru tahun lalu Telkomsel tidak mencapai target pelanggan yang ditetapkan. Saya mencatat,  pada 2010 pertumbuhan Telkomsel (Belum resmi dari laporan keuangan Telkom)  hanya di bawah 4 persen atau sekitar 41,6 triliun rupiah dengan raihan 95 juta pelanggan.  Telkomsel sebenarnya pada 2010 menargetkan meraih 100 juta dari 82 juta pelanggan di 2009. Sedangkan growth revenue sekitar 10 persen.

Pak Sar kala itu mengatakan, Pasar sudah masuk titik jenuh Don. Wah, terus terang saya kaget. Bukan apa-apa, saya paham kalau sektor ini akan mengalami penurunan pertumbuhannya, karena sudah diprediksi beberapa tahun lalu, tetapi saya tidak sangka kenapa begitu cepat terjadi?

Inilah yang menbuat saya bersama teman2 di LPPMI berfikir, apa benar pasar jenuh? Jenuhnya dimana? Akhirnya kita sampai pada satu kesimpulan, jenuh itu bukan akhir, masih bisa dan ada beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan dan mengubahnya menjadi kesempatan. Nah, apakah operator dan penyedia jaringan siap melakukan itu? Inilah yang ingin disimak.

Kalau meilhat kajian para analis, industri telekomunikasi Indonesia pada 2010 diperkirakan memiliki penetrasi hingga 84,3 persen atau menjual sebanyak 204,8 juta kartu SIM. Angka itu mengalami kenaikan 8 persen jika dibandingkan 2009 dimana penetrasi 76,3 persen dari total populasi melalui penjualan  183,27 juta kartu SIM.

Pada 2010 diperkirakan industri telekomunikasi mengalami pertumbuhan sebesar 13,6 persen atau mencapai  11,776 juta dollar AS. Sedangkan investasi  diperkirakan  mencapai 2,2 miliar dollar AS yang digunakan 11 operator  memperebutkan  35 juta pelanggan baru.

Para analis keuangan memperkirakan pada tahun ini pertumbuhan sektor telekomunikasi hanya 9 persen, sedangkan jumlah pelanggan yang diperebutkan sekitar 38,15 juta nomor baru.

Disini sudah ada Pak Rin sebagai penguasa pasar, Pak Harry yang masih menjadi pemain kedua terbesar jika melihat semua lisensi yang dikantongi, Pak Hasnul yang menjadi great challenger selama beberapa tahun ini bagi dua besar, dan Pak Merza yang berada di  tier kedua  kompetisi yang masih semangat untuk mengarungi kompetisi.

Berikutnya ada pak ericcson yang bisa memaparkan dari sisi inovasi untuk keluar dari kejenuhan, terakhir pak suryatin dengan pengalamannya bisa kita dengar sarannya dari pihak yang netral.

Baiklah, untuk mempersingkat waktu mari kita dengarkan pembicara pertama yakni Pak Rinaldi dari Telkom. Jika melihat  kinerja tahun lalu (walau belum resmi).

Telkom diperkirakan selama 2010 meraih omset senilai 65,89 triliun hingga 67,18 triliun rupiah atau tumb uh dua hingga empat persen dibandingkan periode 2009 sebesar 64,6 triliun triliun rupiah. Kinerja melambat karena seperti paparan di atas, Telkomsel  sebagai contributor utama pendapatan mengalami perlambatan juga di sisi pendapatan. Nah, bagaiamana langkah dan aksi Telkom tahun ini, waktu dan tempat saya berikan bagi pak Rinaldi.

Ohya, bagi pembicara kita memberikan waktu resmi untuk memaparkan presentasi selama 5 menit, dengan bonus 5 menit mengingat bahan presentasi sudah ada di perserta. Artinya jika dikemas dalam bahasa pemasaran ini sama saja  0 menit . silahkan Pak Rin, the stage is your.

Baiklah pak rin makasih….

Pembicara kita berikutnya adalah Pak Harry dari Indosat.  Indosat sebagai penyelenggara telekomunikasi terintegrasi memiliki tiga layanan, yaitu jasa seluler yang memberikan kontribusi 80 persen terhadap pendapatan, data dan multimedia (MIDI) menyumbang 12 persen, dan jasa telepon tetap menyumbang 8 persen.

Pada 2010  jasa seluler dengan 44,3 juta pelanggan berhasil meraup pendapatan 16,0271 triliun rupiah alias naik 12,1 persen dibandingkan 2009 sebesar 14.3002 triliun rupiah. Jumlah pelanggan seluler itu  naik 34,3 persen jika dibandingkan periode 2009 sebanyak  33 juta nomor.
Sedangkan jasa non seluler memiliki omset 3.769,4 triliun rupiah atau turun 16,7 persen dibandingkan periode 2009 sebesar 4.524 trilun rupiah.

Sementara itu, pendapatan usaha  perseroan pada 2010  naik tipis sebesar 5,2 persen menjadi  19,8 triliun rupiah  dibandingkan 2009 sebelumnya sebesar 18,8 triliun rupiah.

Sayangnya, walau  top line dari anak usaha Qatar Telecom ini mengalami pertumbuhan, tidak demikian dengan bottom line yang terlihat dengan anjloknya laba bersih  sepanjang 2010. Tercatat pada 2010, laba bersih emiten kode ISAT ini sebesar  647,2 miliar rupiah atau anjlok 56,8 persen dibandingkan periode 2009  senilai  1,498 triliun rupiah.

Pak Harry sejak tahun lalu selalu menyakini strategi mencari pelanggan yang produktif adalah solusi untuk mengangkat kinerja perseroan. Lantas bagaimana tahun ini? Waktu dan tempat bagi pak Harry, silahkan obral obrol selama maksimal 10 menit pak. Makasih

Baiklah pak Harry makasih,

Pembicara berikut menurut salah satu Koran terbesar nasional adalah Pahlawan Tarif Murah. Sejak beliau masuk, pemain ketiga di seluler  yakni XL menjadi salah satu pemain yang membuat sibuk dua besar . Bahkan banyak kalangan mengatakan, perang pemasaran selama dua tahun ini dipicu aksi XL di pasar suara dan SMS.

Operator ini berhasil tumbuh di atas industri pada tahun lalu. Sepanjang tahun 2010, operator ini membukukan laba bersih 2,9 triliun rupiah  meningkat 69 persen ketimbang tahun 2009.

Pendapatan usaha perusahaan juga meningkat 27 persen menjadi 17,6 triliun. Hingga tutup 2010 perseroan  berhasil mendapatkan 40,4 juta pelanggan  atau tumbuh 27,7 persen dibandingkan 2009 sebesar 31,4 juta pelanggan. Untuk tahun ini XL menargetkan  meraih  44,5-44,9 juta pelanggan. Penambahan pelanggan yang tergolong moderat ini apa bagian  keluar dari kejenuhan?

Baiklah, pak Hasnul untuk 10 menit kedepan saya berikan panggung ini Xlalu untukmu. Silahkan pak.

Baiklah Pak Hasnul makasih,

Pembicara berikutnya ini pada awal 2010 sempat membuat kejutan di industry dengan mengumumkan sedang “Pacaran” bersama Smart. Nama SmartFren dimunculkan kala itu. Pak Merza ini selalu bicara sama saya, jangan anggap merger itu kekalahan. Ini bagian dari strategi untuk lebih kuat dan mampu bertahan. Jika dilihat dari hasil pacaran mereka selama 2010 sepertinya belum menggembirakan kalau hanya dilihat dari sisi pelanggan.

Koalisi pemasaran yang dibangun dengan Mobile-8 menargetkan  10 juta pelanggan pada tahun lalu.  SmartFren hanya meraup 6,5 jutaan pelanggan dimana Smart memiliki 3,8 juta nomor dan Fren 2,7 juta nomor. Saat koalisi diumumkan Smart mempunyai 2,5 juta pelanggan dan Fren 3,5 juta nomor.

Lantas bagaimana selanjutnya langkah kedepan pacaran kedua operator ini? Jika melihat logo di backdrop sepertinya pernikahan kedua bagi duanya akan segera terjadi, mari kita simak paparannya dari fren Merza ini. Silahkan pak merza untuk bicara tanpa syarat selama 10 menit di area lokal panggung ini.

Baiklah pak merza.

Jika tadi kita menyimak tadi paparan dari operator. Saatnya kita mendengar dari sisi penyedia jaringan. Inovasi dan teknologi apa yang ditawarkan bagi operator untuk tetap berkompetisi. Ericsson,  memprediksi dalam kurun waktu sembilan tahun mendatang  sebanyak  50 miliar perangkat akan  terhubung pada  internet.

Ericsson membagi  pemanfaatan internet dalam tiga gelombang oleh masyarakat dunia.  Pertama, first wave network consumer electronics, lalu network industry, dan  terakhir network society.

Network consumer electronics adalah dimana produk-produk konsumen seperti ponsel, laptop dan tablet mulai disisipi dengan sim card agar terhubung dengan internet.

Sedangkan tahapan kedua yaitu network industry, dimana semua perangkat di semua lini industri akan terhubung dengan internet, agar semakin mempermudah komunikasi antar industri.

Sedangkan tahapan ketiga yaitu network society dimana  semua lini di kehidupan akan terhubung dengan internet. Mulai dari hal yang terkecil hingga yang terbesar. Apa ini bagian dari peluang yang bisa dimanfaatkan, silahkan pak

Baiklah pak

Nah, jika tadi sudah disimak dari pelaku usaha, bagaimana kalau kita mendengar dari pihak netral. Pak Suryatin saya persilahkan menganalisa dan memberikan masukan bagi kita.