100311 INACA Minta Fuel Surcharge Diberlakukan

JAKARTA–Indonesia National Air Carriers Association (INACA) meminta biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) diberlakukan untuk penerbangan domestik guna menutup kerugian akibat semakin tingginya harga bahan bakar pesawat (Avtur).

“Kami akan mengirimkan surat ke Kementrian Perhubungan Udara agar diberikan petunjuk menerapkan fuel surcharge,” ungkap ketua INACA Emirsyah Satar di Jakarta, Rabu (9/3).

Menurutnya, harga avtur yang sudah melewati 10 ribu rupiah per liter sudah tidak ideal bagi maskapai saat ini khususnya untuk penerbangan domestik. “Kita minta diberlakukan fuel surcharge karena sesuai regulasi harga bahan bakar selama ini diakomodir melalui tarif batas atas,” jelasnya.

Direktur Operasional Garuda Indonesia Ari Sapari mengatakan, ada beberapa cara yang dilakukan maskapai untuk menghemat penggunaan avtur seperti dari teknik penerbangan, pengaturan jumlah penumpang, dan bobot pesawat.

Menanggapi hal itu, Dirjen Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan Herry Bhakti S Gumay mengatakan masih mengevaluasi harga avtur yang fluktuatif selama ini.

“Kami harus lakukan evaluasi yang komparatif. Soalnya batas 10 ribu rupiah yang ada di regulasi itu masih ada ruang untuk bergerak bagi maskapai,” jelasnya.

Dikatakannya, jika ada langkah akomodatif untuk kenaikan harga avtur kecenderungan yang dipilih adalah revisi aturan ketimbang penerapan fuel surcharge. “Kita ada pelajaran pahit soal fuel surcharge dengan tudingan kartel. Walau di pengadilan dimentahkan, kita harus ambil hikmahnya,” katanya.

Selanjutnya Herry mengungkapkan, dari hasil evaluasi yang dilakukan sejauh ini belum ada maskapai yang menabrak regulasi tarif batas atas walau harga avtur mengalami kenaikan. “Semua sudah terkomputerisasi penjualannya sehingga mudah dipantau. Jika ada harga tiket dijual mahal itu perbuatan perantara,” jelasnya.

Harga kontrak freight on board avtur di Singapura untuk kawasan Asia Pasifik sempat menyentuh harga tertinggi pada 24 Februari lalu sebesar  130,6 dollar AS per barel, sementara harga terakhir pada 1 Maret sebesar  127,4 dollar AS per barel.

Sesuai dengan pasal 7 ayat 2 Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26/2010 tentang Penetapan Tarif Batas Atas Untuk Angkutan Udara Niaga Berjadwal, jika harga avtur sudah melebihi  10.000 rupiah  per liter dan kondisi itu menambah biaya operasi maskapai penerbangan sebesar 20 persen selama tiga bulan berturut-turut maka maskapai baru diizinkan untuk mengenakan  fuel surcharge.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Aviasi kembali menaikkan harga avtur yang dijualnya selama periode 1 Maret-14 Maret. Harga avtur untuk penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng naik 5,1 persen  dari  83,8 dollar AS  per liter menjadi  88,1 dollar AS  per liter. Sementara harga avtur untuk penerbangan domestik naik 3,7 persen  menjadi  8.481 rupiah  per liter dari  8.173 rupiah per liter.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s