080311 Kala Belantara Menara Menghilang

Tumbuh pesatnya telekomunikasi berbasis nirkabel tak dipungkiri telah meningkatkan teledensitas akan akses komunikasi di satu negara. Sayangnya, sebagai teknologi nirkabel yang sangat tergantung pada gelombang radio, ada ekses negatif yang tak bisa dihindari.

Di negara berkembang seperti Indonesia contoh nyata ekses negatif itu adalah maraknya pembagunan menara sebagai penopang radio telekomunikasi. Pemerintah mulai menata kehadiran infrastruktur  itu dengan menghadirkan aturan menara bersama.

Para pengembang teknologi pun tak tinggal diam menekan ekses negatif kehadiran menara yang tak terkendali.  Terbaru adalah  aksi Alcatel-Lucent yang  menciptakan lightRadio. Inovasi ini sebuah sistem baru yang akan mengakhiri ketergantungan industri pada tiang-tiang menara dan base station di seluruh dunia.

Chief Executive Officer Alcatel-Lucent Ben Verwaayen menyakini lightRadio akan mengakhiri keberadaan base station dan  menara seluler.  ”Hal ini tercapai dengan dengan merampingkan dan menyederhanakan secara radikal base station dan menara seluler yang besar, yang saat ini umumnya menelan biaya besar, boros energi dan memerlukan perawatan yang sulit,” katanya.

Menurutnya, lightRadio mewakili sebuah arsitektur baru di mana base station, yang biasanya ditempatkan di dasar menara seluler, dipecah menjadi elemen-elemen komponen dan didistribusikan ke antena dan ke seluruh jaringan yang menyerupai cloud.

lightRadio juga akan memperkecil ‘kekacauan’ antenna saat ini dalam melayani 2G, 3G dan LTE menjadi sebuah antena  yang penuh daya, multi frekwensi, multi standar Wideband Active Array Antenna yang dapat dipancangkan pada tiang, sisi gedung atau di manapun asalkan tersedia daya dan koneksi broadband.  Keluarga produk lightRadio  ciptaan Alcatel-Lucent yang elemen-elemen awalnya telah siap untuk uji coba pelanggan pada semester ke dua tahun 2011.

Dikatakannya, keuntungan yang akan dirasakan oleh operator jika menggunakan inovasi baru ini adalah mengurangi jejak karbon jaringan-jaringan seluler hingga lebih dari 50 persen. Menurunkan Total-Cost-of-Ownership (TCO) operator seluler hingga 50 persen. (sebagai referensi, Bell Labs menghitung bahwa TCO yang dikeluarkan oleh para operator seluler di tahun 2010 untuk akses mobile adalah sebesar 150 milyar Euro.

Berikutnya, perbaikan layanan bagi pengguna akhir dengan meningkatkan bandwidth per pengguna secara signifikan, berkat digunakannya antena-antena kecil di mana-mana. Terakhir, mengatasi kesenjangan digital dengan  memanfaatkan kelebihan dari backhaul gelombang mikro dan tehnik kompresi, teknologi ini memungkinkan terciptanya liputan broadband secara virtual di manapun selama tersedia energi (listrik, matahari, angin) dengan memanfaatkan gelombang mikro untuk menghubungkan kembali ke jaringan.

President Alcatel-Lucent divisi Wireless  Wim Sweldens  mengatakan, lightRadio akan membantu para operator seluler meng-evolusi jaringan-jaringan mereka untuk mengatasi ‘banjir’ broadband seluler.”Inovasi ini bertepatan dengan meningkatnya permintaan jaringan seluler dan perangkat-perangkat generasi ke-tiga dan ke-empat, di antaranya adopsi masal dari layanan televisi nirkabel dan bentuk-bentuk lain dari konten broadband. Pasar yang dapat disasar oleh teknologi radio yang dibutuhkan untuk melayani permintaan jaringan dan perangkat-perangkat tersebut diharapkan dapat melebihi 100 milyar Euro  dalam kurun waktu tujuh tahun ke depan,” jelasnya.

Pada kesempatan lain, Sekjen Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengingatkan, hal yang akan menjadi tantangan bagi operator menuju era masyarakat internet adalah pemanfaatan teknologi akses secara optimal.

”Harus diingat Indonesia bukanlah negara manufaktur telekomunikasi sehingga harus bisa memanfaatkan teknologi yang sudah ada secara optimal. Jangan setiap sebentar datang teknologi baru diadposi sehingga memboroskan investasi,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s