070311 Wintermar Gandeng Lanpan

JAKARTA—PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) menggandeng perusahaan pelayaran asal Singapura, Lanpan Private Ltd (Lanpan) untuk memperkuat pasarnya di jasa pelayaran lepas pantai (Offshore).

“Kami dengan Lanpan sepakat membentuk Joint Venture melalui PT Winpan. Di perusahaan patungan tersebut Wintermar menjadi pemilik saham mayoritas dengan kepemilikan 51 persen dan sisanya Lanpan,” ungkap  Managing Director Wintermar Sugiman Layanto di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dijelaskannya, tujuan membentuk perusahaan patungan itu agar perseroan bisa memiliki dan mengoperasikan kapal-kapal offshore untuk pengangkutan jackets and offsore structures pada kontruksi anjungan lepas pantai. Jenis kapal ini biasanya dikenal sebagai tongkang yang bisa mengangkut peralatan berat untuk kegiatan lepas pantai dan di Undang-undang Pelayaran dikenal sebagai kapal offshore tipe C.

“Satu set kapal ini investasinya sekitar 8 juta dollar AS. Kapal saat ini sedang dibangun dan dikirimkan ke perseroan pada pertengahan tahun ini,” ungkapnya.

Diungkapkannya, aktifnya perseroan memperkuat armada karena menyakini kegiatan pengeboran minyak masih tinggi di Indonesia selain Asia seperti Malaysia, Myanmar, Vietnam, Thailand dan India. Sedangkan di Indonesia sendiri  Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan tahun ini akan membuka tender untuk 50 wilayah kerja migas kepada perusahaan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKS). “Wintermar akan aktif mengikuti tender kapal pengirim kargo dan kru pendukung operasi pengeboran lepas pantai di negara-negara  itu,” jelasnya

Investor Relations Manager Wintermar Pek Swan Layanto menambahkan, untuk memperkuat posisi dari perseroan agar bisa mempertahankan pasar dan memenangkan tender-tender bergengsi, berbagai perbaikan terus dilakukan. ”Kami terus meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satunya dengan meraih sertifikasi Sistem Manajemen Pelayanan Pengoperasian Kapal Terpadu yang disahkan oleh Lloyds Register Quality Assurance (LRQA) dan diakreditasi oleh United Kingdom Accreditation Service (UKAS-UK),” jelasnya.

Dijelaskannya, diraihnya sertifikasi itu akan membuat daya saing perseroan menjadi naik hal ini mengingat kegiatan lepas pantai menuntut jaminan keselamatan dan keamanan. ”Sertifikat ini menunjukkan perseroan bisa menghadirkan kedua hal itu bagi mitranya dan awak kapal. Di bisnis pelayaran ini sangat utama,” katanya.

Berdasarkan catatan, Wintermar menyiapkan belanja modal sebesar 100 juta tahun ini atau naik 42,8 persen dibanding 2010  sebesar 70 juta dollar AS. Sedangkan omset tahun ini ditargetkan sebesar  845 miliar rupiah  dengan laba bersih  140 miliar rupiah. Target pendapatan tersebut naik 30 persen dibandingkan perkiraan realisasi 2010 sebesar  650 miliar rupiah  dengan laba bersih  100 miliar rupiah.

Belanja modal rencananya  digunakan untuk pengadaan enam kapal kategori B pada 2010 dan enam kapal pada 2011.  Kapal yang dipesan Wintermar terdiri dari jenis accomodation barges, crew boat, fast utility vessel, anchor handling tugs, anchor handling tugs supply, ASD tug boats, platform supply vessels, construction vessels, crane barges, serta offshore tugs and barges dengan harga per unit  4 juta- 15 juta dollar AS.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s