070311 Regulator Masih Kaji Masalah Nota Pembelian Pesawat

JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub)  masih mengaji masalah penyerahan nota pembelian (Bill of Sales) yang dilakukan maskapai jika Undang-undang (UU) Penerbangan diimplementasikan secara penuh 12 Januari pada tahun depan.

“Masih kita bahas mengenai kewajiban tersebut. Opsinya ada beberapa, tetapi nanti saja lah saya sampaikan kalau sudah final,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay di Jakarta, akhir pekan lalu.

Untuk diketahui, Bill of Sales adalah nota yang dikeluarkan oleh prinsipal pesawat setelah dilakukan pelunasan pembayaran dari maskapai kala pengadaan armada melalui skema sewa lalu beli (leased to purschase) atau membeli dengan mencicil (purchased by installment).

Sementara di  pasal 118 ayat (2) UU Penerbangan  tentang kepemilikan pesawat minimal  mensyaratkan maskapai  harus mengoperasikan 10 pesawat dengan lima diantaranya berstatus milik, dibuktikan dengan menyerahkan nota pembelian (bill of sale) ke pemerintah.

Dalam UU Penerbangan sendiri  tidak  ditegaskan, kapan nota pembelian tersebut harus diserahkan maskapai kepada pemerintah. Apakah diawal ketika ketentuan undang-undang itu resmi berlaku, atau di akhir ketika pesawat yang dibeli maskapai dengan lease to purchase) atau  purchased by installment telah lunas. “Nanti kita lihat, bisa saja di belakang karena secara hukum itu bisa di atur,” katanya.

Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Yurlis Hasibuan, mengungkapkan, saat ini dari lima maskapai besar nasional yang beroperasi, tercatat baru tiga maskapai yang sudah memiliki lima dari seluruh pesawat yang dioperasikannya. Tiga perusahaan itu adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang memiliki 22 pesawat, PT Sriwijaya Air memiliki delapan pesawat, dan PT Metro Batavia memiliki 13 pesawat.

Sementara PT Lion Mentari Airlines yang menguasai 38,2 persen  pangsa pasar domestik dengan menerbangkan 19,6 juta penumpang dan PT Indonesia AirAsia pemilik 41,1 persen  pangsa pasar internasional dengan 2,7 juta penumpang sama sekali belum memiliki pesawat. Lion mengoperasikan 63 pesawat dan Indonesia AirAsia mengoperasikan 20 pesawat yang berstatus sewa dan lease to purchase.

Presiden Direktur Indonesia AirAsia Dharmadi,  mengakui maskapainya telah meminta pemerintah untuk memperluas definisi kepemilikan pesawat tersebut dengan memasukkan kontrak lease to purchase sebagai bukti kepemilikan pesawat.

Indonesia AirAsia menginginkan agar nota pembelian diserahkan kepada pemerintah ketika pesawat yang didatangkannya tersebut sudah lunas dalam waktu 12 tahun sampai 15 tahun sejak dipesan pada 2005 lalu.

“Jika pemerintah akhirnya menetapkan nota pembelian harus diserahkan diawal, kami akan membeli empat pesawat Boeing yang disewa dan mencari satu pesawat sejenis dengan harga sekitar  3 juta dollar AS per unit. Namun kalau semua maskapai yang belum memenuhi syarat membeli pesawat tua, daya saing maskapai Indonesia di rute internasional akan turun. Serta aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang juga harus diperhatikan,” kilahnya.

Sementara Presiden Direktur Batavia Air Yudiawan Tansari, menegaskan tidak ada masalah dengan UU Penerbangan karena perseroan  langsung menyesuaikan dengan regulasi.

Hal itu terlihat dari  dimilikinya 13 pesawat Boeing dari total 37 pesawat yang dioperasikannya. Pesawat yang dioperasikan Batavia terdiri dari Boeing 737-300, Boeing 737-400, Airbus A319, Airbus A320 dan Airbus A330.

“Batavia tidak akan meminta dispensasi apa pun ke pemerintah karena kami sudah lebih dulu memenuhi ketentuan undang-undang, karena hal tersebut merupakan kewajiban yang harus diikuti,” tegasnya.

Pada 2011 ini, Batavia berencana menambah enam pesawat terdiri dari tiga Airbus A320 dan Boeing 737-400. Yudiawan menjelaskan kedatangan enam pesawat tersebut akan digunakan perseroan untuk menambah pangsa pasar domestiknya. Pada 2010, Batavia menerbangkan 6,7 juta penumpang domestik dan 201.055 penumpang internasional.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s