030311 Menjawab Kegelisahan Pasar

Kemunculan IPTV  banyak diharapkan oleh operator telekomunikasi yang masih memliki bisnis telepon kabel  sebagai senjata yang mematikan untuk menaikkan pendapatannya dan menjawab kegelisahan pasar tentang hal baru yang bisa dipenuhi oleh teknologi.

Menurut laporan dari Telecommunications Management Group Inc,  IPTV  dianggap sebagai The Killer Broadband Application dan sejak diluncurkan sembilan tahun silam  memiliki pertumbuhan pelanggan hampir dua kali lipat setiap tahunnya.

Di awal  2008 tercatat sudah memliki total pelanggan sebanyak 9,9 juta di seluruh dunia. Diperkirakan pada hingga sekarang  jumlah pelanggan sekitar 45-50  juta tersebar di  seluruh dunia.

Beberapa operator kelas dunia yang telah bermain di IPTV adalah  France Telecom dan  PCCW Ltd (Hongkong). Dominannya operator telekomunikasi yang menjadi pemain utama karena  memiliki dukungan infrastruktur paling komplit.

Revenue stream bisnis dari IPTV bisa datang melalui  beberapa cara, antara lain  iuran pelanggan (subscription fee) yang dapat dibuat bervariatif, sesuai dengan variasi layanan yang diberikan, misalnya jumlah, tipe dan kualitas program yang dapat disajikan kepada  pelanggan. Cara lainnya adalah melalui jenis layanan yang bisa dibuat sesuai keinginan pelanggan (on demand).

Disamping itu ada pilihan Pay Per View (PPV). Bahkan, karena sifatnya yang interaktif,  dimungkinkan datangnya pendapatan dari layanan lainnya berupa home shopping, game  interaktif, atau tutorial, course.

Dari sisi pelanggan, kemudahan yang dirasakan adalah  mengakses jasa berbasis Quadruple Play dimana suara (VoIP),  Video (film, snetron, TV dll), layanan data, dan broadband internet berada  dalam satu operator, sehingga  memudahkan dalam membayar biaya langganan dan jaminan purnajualnya.

Praktisi pemasaran Hermawan Kertajaya mengungkapkan, dalam dunia pemasaran terdapat tiga tahap yang dilalui oleh produsen untuk memenangkan hati konsumen. Pertama, mengetahui kebutuhan dan keinginan. Kedua, memenuhi ekspektasi dan persepsi. Ketiga, menjawab kegelisahan dan mimpi dari konsumen.

”IPTV ini masuk ke tahap menjawab kegelisahan konsumen. Memang. Telkom sebagai pionir harus melakukan ini agar bisa mempertahankan bisnisnya. Sekarang bagaimana caranya mensinkronkan kegelisahan itu dengan produk ini,” katanya.

Disarankannya, jika Telkom ingin layanan ini sukses maka harus bisa membuat antar pelanggan IPTV ”berbicara” atau connected sehingga ada ikatan. ”Jangan hanya memberikan layanan yang satu arah. Jika ini bisa dibuat ”berbicara” maka terwujud society credibel, connected dan creatif,” tuturnya.

Direktur Teknologi Informasi Telkom Indra Utoyo mengungkapkan, perseroan juga akan segera  meuncurkan  over the top (OTT) IPTV atau SpeedyTV yang akan co-opetition dengan GoogleTV agar bisa menjangkau  pelanggan  lebih luas, terutama anak muda yang terbiasa mengakses informasi dengan layar kecil (ponsel atau monitor komputer).

”Kami akan habis-habisan menggarap bisnis ini. Jasa ini tidak hanya berkontribusi bagi perseroan juga  mendorong makin tumbuhnya industri kreatif karena kebutuhan konten yang menarik kian tinggi,” jelasnya.

Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Bidang Kajian Teknologi Taufik Hasan mengungkapkan, sebenarnya Telkom agak terlambat masuk ke IPTV karena sejak enam tahun lalu ujicoba internal dilakukan. “Kalau pasar selalu siap dengan perubahan. Sekarang tinggal edukasi saja terutama untuk segmen premium,” jelasnya.

Secara terpisah, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Sukri Batubara mengungkapkan, sejauh ini baru ada dua pemain yang mengajukan lisensi IPTV. “Pemberian lisensi melalui evaluasi. Satu pemain kami suruh melengkapi dokumen. Sedangkan yang lainnya sudah siap,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s