010311 Telkom Raih Omset Rp 67,18 triliun

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) diperkirakan selama 2010 meraih omset senilai 65,89 triliun hingga 67,18 triliun rupiah atau tumb uh dua hingga empat persen dibandingkan periode 2009 sebesar 64,6 triliun triliun rupiah.

“Pada tahun lalu kami hanya mengalami kenaikan omset tipis sebesar dua hingga empat persen karena anak usaha (Telkomsel) yang menjadi kontributor utama selama ini juga mengalami kenaikan yang kecil,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta, Senin (28/2).

Berdasarkan catatan, Telkomsel pada 2009 meraih pendapatan sekitar 40 triliun rupiah dengan jumlah pelanggan 82 juta nomor. Target pada 2010 adalah mendapatkan omset 44 triliun rupiah dengan jumlah pelanggan 100 juta nomor.

Namun, pada 2010 pertumbuhan omset hanya di bawah 4 persen atau sekitar 41,6 triliun rupiah dengan raihan 95 juta pelanggan. Sedangkan laba bersih hanya 11,326 triliun rupiah atau turun 13,6 persen dibandingkan 2009 sebesar 13,16 triliun rupiah

Rinaldi menjelaskan, tertekannya pertumbuhan dari Telkomsel karena menjelang tutup tahun banyak menerapkan gimmick pemasaran yang memberikan bonus sehingga trafik tinggi tetapi sumbangan ke pendapatan tidak signifikan.

“Telkomsel akan dibenahi. Saya minta untuk lebih kreatif karena di seluler itu pasarnya kian kompetitif. Apalagi pada tahun ini pertumbuhan industri tidak sebesar beberapa tahun lalu,” jelasnya.

Berkaitan dengan kinerja perseroan secara keseluruhan, Rinaldi menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih merampungkan proses audit dan diharapkan laporan keuangan akan selesai dalam beberapa waktu ke depan.

Selanjutnya diungkapkan, pada tahun ini perseroan akan mengalokasikan belanja modal sebesar 17 triliun rupiah. Apabila rencana akuisisi dipertimbangkan, alokasi untuk belanja modal Telkom bisa mencapai 20 triliun rupiah.

“Salah satu ekspansi yang dilakukan adalah membeli salah satu pemain seluler di Kamboja. Sekarang masih dalam tahap negosiasi. Harus diingat, perusahaan itu milik swasta jadi jadwalnya lebih longgar,” jelasnya.

Sedangkan untuk nasib unit usaha Fixed Wireless Access (FWA) Telkom Flexi, Rinaldi menegaskan, akan dikembangkan dulu agar nilainya di pasar kian tinggi.

“Setelah itu baru kita bicara aksi korporasi lanjutannya. Soal pembicaraan dengan PT Bakrie Telecom (BTEL) untuk mengonsolidasikannya ditunda dulu,” katanya.

Sementara terkait isu PT Indosat Tbk (Indosat) akan melepas unit usaha FWA-nya (StarOne) Rinaldi menegaskan jika hal itu yang dilakukan oleh anak usaha Qatar Telecom itu, perseroan siap menjadi peminat pertama. “Kami antusias sekali jika itu memang terjadi. Masalahnya sejauh ini belum ada sinyal jelas dari pihak sana (Indosat),” tegasnya.

Sebelumnya Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko mengungkapkan, perseroan siap melakukan utilisasi aset StarOne yang terkesan tidur selama ini.

“Apapun itu wacana yang menguntungkan perusahaan akan dieksplorasi. Kita masih melakukan kajian untuk mengoptimalkan aset yang ada,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s