010311 Pengembang Aplikasi Butuh Akses Broadband

JAKARTA—Para pengembang aplikasi membutuhkan akses broadband yang stabil dari operator agar produknya nyaman digunakan masyarakat.

”Kami membutuhkan akses broadband dengan kecepatan yang tinggi dan stabil dari para operator untuk memasarkan aplikasi. Saat ini sangat banyak aplikasi yang diletakkan di-Cloud (Internet) dimana untuk menggunakannya sangat membutuhkan koneksi internet dengan kecepatan yang tinggi dan stabil,” ungkap Business Unit Executive Lotus Software, IBM Software Group John Mullins di Jakarta, belum lama ini.

Diungkapkannya, perseroan telah mengumumkan rencananya untuk menawarkan LotusLive Symphony versi berkemampuan internet. Platform office productivity suite itu menjadikan satu perusahaan dapat memiliki sebuah platform sosial yang memungkinkan untuk berkolaborasi
secara bersama-sama pada berbagai dokumen di internet.

Hal yang membedakan LotusLive Symphony adalah pengintegrasiannya yang ketat dengan layanan awan bisnis sosial IBM, LotusLive. Hal ini membantu perusahaan untuk secara mudah untuk mengadakan pertemuan, baik dengan penulis dokumen yang di dalam maupun di luar firewall perusahaan.

Para penulis LotusLive Symphony akan dapat mengedit dokumen bersama-sama atau sendiri-sendiri secara real-time, meyimpan dan berbagi dokumen di LotusLive, memberikan komentar, melakukan chatting dan mengelola revisi bersama penulis lainnya secara real-time, serta menugaskan dan mengelola bagian-bagian dan pekerjaan beberapa penulis.
Teknologi ini diharapkan akan tersedia untuk umum di semester kedua 2011.

Salah satu pengguna Lotus Live Engage dari IBM , PT Bumbu Desa, yang menggunakan solusi untuk sistem pelaporan dan pertukaran informasi antar cabangnya untuk mentransformasi bisnisnya menjadi lebih efisien mengakui, koneksi internet yang disediakan oleh opertaor di waktu dan area tertentu sering menurun kualitasnya. ”Biasanya kami akali melalui adaptasi dengan jam terkoneksi internet dimana trafik tidak terlalu padat,” ungkap Managing Director PT Bumbu Desa Tendi Naim.

Sayangnya, walau sudah banyak menawarkan aplikasi ke perusahaan di Indonesia, Country Manager Indonesia, IBM Software Group Nina K Wirahadikusumah mengatakan untuk membangun data center di Indonesia membutuhkan banyak pertimbangan. ”Indonesia masih minim infrastruktur pendukung seperti listik yang stabil. Jika pemerintah ingin banyak data center di bangun di Indonesia, sebaiknya faslitas pendukung diperbaiki dulu,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s