010311 Berlomba Dipersepsikan Termurah

Sejak biaya interkoneksi dipangkas 40 persen tiga tahun lalu, semua pemain di sektor telekomunikasi berlomba-lomba mendapatkan persepsi termurah di mata pelanggannya.

Industri telekomunikasi memang anomali. Jika di sektor transportasi terkenal istilah ada harga, ada rupa yang berarti harga mahal mencerminkan kualitas layanan yang tinggi. Tidak demikian di telekomunikasi. Harga murah, namun kualitas tetap tinggi. Setidaknya ramuan ini dipercaya bisa memikat hati masyarakat.

Lihatlah aksi terbaru yang dilakukan oleh pemain Fixed Wireless Access (FWA) Telkom Flexi melalui program Flexi Bebas Bicara dengan tarif Rp 0,- ke sesama pelanggan (on-net) tanpa syarat apapun untuk memanjakan penggunanya.

Program yang berlaku mulai Jumat 25 Pebruari hingga Desember 2011 ini dapat digunakan pelanggan Flexi baik Prabayar (Trendy) maupun Pascabayar (Classy) di wilayah Jabodetabek Serang, Karawang, Purwakarta (Sekapur), Rangkasbitung, Pandeglang, dan Banten.

Executive General Manager Telkom Flexi, Mas’ud Khamid menjelaskan tujuan utama dibuatnya program pemasaran ini untuk memperkokoh positioning dari Flexi sebagai operator jasa telekomunikasi paling irit dan menguji kapabilitas jaringan.

“Kami baru saja selesai melakukan pembenahan sebagian besar jaringan dan infrastuktur. Selama ini Base Transceiver Station (BTS), Base Station Controller (BSC), dan Mobile Switching Controller (MSC) dihubungkan dengan radiolink, sekarang diganti dengan serat optik. Perubahan ini signifikan menaikkan kualitas dan kapasitas,” jelasnya di Jakarta, Senin (28/2).

Bagi 4 juta pelanggan di Jabodetabek, Sekapur, Rangkasbitung, Pandeglang, dan Banten yang ingin menikmati program Flexi Bebas Bicara dapat mengakses tanpa syarat apapun dan registrasi. Pengguna Flexi bisa nelpon seharian penuh selama 24 jam tanpa time band.

Selain gratis melakukan percakapan lokal ke sesama, pengguna Flexi juga bisa menikmati gratis nelpon Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ) antar kode area tersebut. Sementara, bagi pelanggan Flexi lain yang melakukan Combo di dalam wilayah program ini dapat ikut menikmati benefit dari program Flexi Bebas Bicara Rp 0,-.

Mas’ud mengharapkan, pelanggan Flexi pada 2011 bisa tumbuh sekitar 10-11 persen setelah pada 2010 berhasil memikat 18 juta pengguna dengan rata-rata penggunaan per pelanggan (Average Revenue Per User/ARPU) sekitar Rp 30 ribu per bulan.

“Kami lebih optimistis menatap tahun ini karena jaringan semakin modern sehingga bisa menggarap mobile broadband lebih serius selain suara dan SMS,” tegasnya.

Pengamat telekomunikasi Bayu Samudiyo mengatakan, pameo ada harga, ada rupa tetap berlaku khususnya untuk layanan data karena penggunanya sangat mementingkan kualitas. “Operator harus berhati-hati menurunkan harga. Harga dipangkas harus disertai strategi pendukung. Jika tidak ada nilai tambah menyertai, akan sia-sia saja,” katanya.

Pelanggan pun, lanjutnya, harus lebih teliti melihat penawaran yang diberikan operator dengan masuk ke situs resminya dan melihat persyaratan yang diminta secara lengkap dari program pemasaran.

Pengamat telekomunikasi lainnya, Guntur S Siboro mengungkapkan, kelompok terbawah di paramida sosial alias segmen C dan D masih potensial digarap oleh operator sehingga persepsi memiliki harga termurah dibutuhkan sebagai senjata utama untuk mengakusisi pasar.

“Segmen ini sangat sensitif dengan harga. Beda satu sen saja bisa langsung pindah. Sekarang tinggal strategi operatornya, mau habis-habisan menggarap segmen ini atau fokus menaikkan produktifitas pelanggan lama,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s