260211 Lion Optimistis Omset Tumbuh 15 %

JAKARTA—PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) optimistis pendapatannya pada tahun ini mencapai 805 hingga 920 juta dollar AS atau tumbuh 15 persen dibandingkan 2010 sebesar 700-800 juta dollar AS.

“Pada tahun lalu perseroan  menerbangkan 20,5 juta penumpang terdiri dari 19,6 juta penumpang domestik dan 830,1 ribu penumpang internasional. Walau di domestik kami menguasai 38,21 persen dan internasional 12,58 persen  pangsa pasar, tetapi tidak linear dengan omset karena Lion bermain di segmen Low Cost Carrier (LCC),” ungkap Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana di Jakarta, Jumat (25/2).

Diungkapkannya, pertumbuhan pendapatan pada tahun ini dapat dicapai mengingat jumlah penumpang di industri penerbangan akan mengalami peningkatan sekitar 20-25 persen. Pada 2010 total jumlah penumpang domestik sebesar  51.55 juta jiwa dan internasional 6,59 juta jiwa

“Kami tetap akan ekspansi dengan konsep LCC melalui Lion Air atau anak usaha Wings Air. Selama ini kontributor pendapatan utama adalah Lion Air sebesar 90 persen bagi perseroan,” jelasnya.

Dijelaskannya, cara berekspansi adalah dengan menambah jumlah rute yang dilayani dan armada yang digunakan. Terbaru adalah melakukan penandatangan tambahan pembelian 15 unit pesawat jenis Turboprop ATR 72 seri 50  dengan pabrikannya An Alenia Aeronoutica and EADS joint venture. Kerjasama ini melanjutkan nota kesepahaman dua tahun lalu dimana 15 pesawat jenis yang sama  telah dibeli.

Hingga Februari 2011 Wings Air telah menerima dan mengoperasikan 10 pesawat ATR 72 seri 500. Diharapkan lima pesawat lagi akan diterima secara bertahap samapai Agustus 2011. Sedangkan pada 2014 sebanyak 30 unit ATR 72 seri 500 telah dioperasikan.

Pesawat jenis ini telah dioperasikan untuk menerbangi rute-rute dalam negeri seperti Sumatera, Jawa, bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan negara tetangga. Rencanya untuk regional akan diterbangi rute ke Penang dan Singapura melalui Medan serta Pekanbaru.

Sementara jumlah pesawat yang dioperasikan Lion Air sebanyak 63 Unit terdiri dari 44 Boeing 737-900ER, dua Boeing 747-400, empat Boeing 737-300, sembilan Boeing 737-400, dan empat MD-90.

“Investasi untuk 30 unit pesawat ATR 72 seri 500  berikut suku cadang dan simulatornya sekitar 650 juta dollar AS. Sedangkan belanja modal perseroan tahun ini sekitar 1,4 miliar dollar AS diantaranya akan digunakan juga untuk membeli 15 unit pesawat Boeing 737-900 ER,” ungkapnya.

Berkaitan dengan rencana Garuda Indonesia (Garuda)  yang akan bermain di segmen pasar Sub-100 yang merupakan irisan pasar dari Wings Air, Rusdi mengaku tidak khawatir karena potensi pasar masih besar. “Tidak ada masalah Garuda masuk ke segmen tersebut. Justru makin banyak pemain bagus bagi kompetisi. Masyarakat bisa mendapatkan harga tiket yang terjangkau dan kualitas layanan yang makin baik,” katanya.

Chief Executive Officer ATR Filippo Bagnato mengungkapkan, di Indonesia selain Wings Air, maskapai lain yang menggunakan produknya adalah Trigana Air. “Pesawat kami sangat cocok untuk menghubungkan pulau-pulau di Indonesia. Dibandingkan pesawat jet konsumsi bahan bakar lebih hemat 50 persen dan biaya operasional bisa ditekan hingga 40 persen,” katanya.

Rusdi pun mengakui, penggunaan armada baru dan efisien banyak membantu perseroan karena harga bahan bakar pesawat (Avtur) selalu berubah-ubah.

“Seperti sekarang, harga avtur sedang naik-naiknya.  Kami tidak bisa menaikkan harga tiket karena penumpang sangat sensitif harga. Untunglah pesawat yang digunakan semuanya hemat bahan bakr sehingga ada efisiensi yang didapat,” jelasnya.

Indonesia Air Asia
Secara terpisah,  Chief Executive Officer AirAsia Tony Fernandes mengungkapkan,  anak usahanya, Indonesia AirAsia berhasil mencatat pertumbuhan penumpang 13,3 persen dari 3,46 juta pada 2009 menjadi 3,92 juta penumpang pada 2010.

Maskapai tersebut mengoperasikan 18 pesawat dengan rata-rata load factor 77 persen dari total 29.668 penerbangan yang dilakukan. Indonesia AirAsia menyumbang  2,76 triliun rupiah pada 2010, naik 37 persen dibandingkan pendapatan 2009 sebanyak  2,01 triliun rupiah.

“Kinerja  Indonesia AirAsia yang baik pada 2010 telah membuktikan bahwa dua maskapai tersebut berada pada jalur yang tepat untuk melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) pada 2011. Kinerja tersebut tentu akan menambah minat investor untuk memiliki saham keduanya,” jelasnya.

Corporate Communication Manager Indonesia AirAsia Audrey Petriny Progastama menambahkan, tahun ini maskapainya menargetkan pendapatan naik 20 persen menjadi  3,3 triliun rupiah. Naiknya target pendapatan, diimbangi dengan menaikkan 12,5 persen target jumlah penumpang dari 4 juta tahun lalu menjadi 4,5 juta penumpang tahun ini.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s