240211 Putusan Rencana Damai Mandala Bakal Alot

JAKARTA—Putusan rencana damai yang ditawarkan oleh PT Mandala Airlines kepada krediturnya dijamin bakal alot esok hari mengingat sebagian peserta mengambil sikap menolak proposal yang ditawarkan maskapai tersebut.

“Kami dalam posisi menolak rencana damai yang ditawarkan oleh Mandala. Tidak mungkin konversi hutang sebesar 200 ribu dollar AS dijadikan saham mengingat sama-sama berbisnis di penerbangan,” tegas Direktur Niaga Merpati Airlines, Toni Aulia Achmad di Jakarta, Rabu (23/2).

Ditegaskannya, posisi Merpati Nusantara sebagai Badan Usaha Milik Negara juga dalam posisi yang sulit jika menyertakan saham ke Mandala yang notabene perusahaan swasta. “Prosedurnya rumit. Karena itu baiknya dibayar sajalah hutangnya,” katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua Bidang Tiketing  Asosiasi Perusahaan  Agen  Penjual  Tiket  Penerbangan  Indonesia (Astindo) Pauline Suharno menolak rencana damai yang ditawarkan oleh Mandala karena sebenarnya pembayaran hutang bisa dilakukan dengan pencairan escrow account.

“Hal yang menjadi masalah adalah Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Duma Hutapea menganggap siapa saja yang memiliki hutang dengan Mandala dianggap kreditur. Dalam kasus Mandala ini posisi agen tiket lebih lemah ketimbang pailitnya Adam Air karena kami dianggap kreditur konkuren bukan separatis,” katanya.

Diungkapkannya, agen tiket pun mengalami kesulitan dalam mengurus hutangnya dengan Mandala karena susah mengumpulkan jumlah anggota apalagi belum ada pengacara yang ditunjuk.

Pengacara maskapai asal Jerman Lufthansa Heber Sihombing menegaskan, kliennya menolak rencana damai yang ditawarkan oleh Mandala. “Bagi kami Mandala hanya mengulur-ulur waktu untuk membayar 89,05 miliar rupiah. Jika pun diterima tawaran konversi itu, tidak ada gunanya,” jelasnya.

Jika tiga perusahaan di atas menunjukkan sinyal ketidakpuasan, sikap lain justru diungkapkan oleh BUMN prasarana yang menunjang maskapai seperti Angkasa Pura I (AP I), Angkasa Pura II (AP II), dan Pertamina.

Direktur Utama AP II Tri S Sunoko mengungkapkan, sudah ada komitmen dari Mandala untuk membayar hutangnya melalui surat yang dikirimkan oleh Dirut Mandala Diono Nurjadin.

“Mandala sudah komitmen membayar hutangya dengan restrukturisasi kepada AP I dan AP II. Soalnya kami tidak masuk dalam kreditur konkuren,” katanya.
Juru bicara Pertamina Mochammad Harun juga enggan hutangnya sebesar 400 juta rupiah dikonversi ke saham. “Nilai hutang kita kecil. Selain itu bisnis inti Pertamina bukanlah penerbangan. Sudah ada komitmen dari Mandala untuk membayar hutangnya ke Pertamina,” katanya.

Mendengar nasib baik yang dialami oleh beberapa BUMN, Pauline mengaku kaget. “Jika benar untuk perusahaan yang menunjang bisnisnya secar inti Mandala bisa membayar hutang, harusnya kami sebagai mitra juga diperlakukan sama. Jangan tebang pilih dong,” sesalnya.

Juru bicara Mandala Airlines Nurmaria Sarosa mengungkapkan, besok (Kamis, 24/2) akan dilakukan voting meminta persetujuan dari kreditur untuk mengkonversikan hutangnya menjadi saham. “Kami optimistis rencana damai yang ditawarkan akan disetujui oleh kreditur,” katanya.

Sebelumnya, Mandala menawarkan konversi saham dari hutang senilai 2,4 triliun rupiah yang berasal dari 114 kreditur konkuren.  Terdapat  dua alternatif mekanisme konversi utang menjadi saham yang ditawarkan.
Pertama alternatif penjualan saham, yang akan digunakan jika investor strategis menyediakan armada pesawat terbang dan layanan pendukung lain kepada perseroan.

Dalam alternatif ini, perseroan akan menggunakan usaha terbaik untuk menjamin agar kreditor konkuren memiliki opsi menjual sahamnya ke investor strategis.

Jika tawaran ini diterima, maka komposisi pemegang saham Mandala adalah 15 persen (6,8 juta saham) dipegang kreditor konkuren, 1 persen (459.226 saham) dipegang pemegang saham saat ini yaitu Cardig International Aviation dan Indigo Indonesia Investments S.a.r.l. Sementara, investor keuangan baru akan memegang 51 persen (23,4 juta saham) dan investor strategis baru memegang 33 persen (15,1 juta saham).
Alternatif kedua, jika investor strategis baru menyetor uang tunai kepada Mandala maka yang ditawarkan adalah pendilusian saham.

Pada tahap I pemegang saham saat ini memegang 1 persen saham lalu terdilusi menjadi 0,7 persen pada tahap II. Sementara kreditor konkuren awalnya memegang 22,4 persen , lalu terdilusi menjadi 15 persen. Investor keuangan baru awalnya memegang 76,6 persen menjadi 51,3 persen dan investor strategis memegang 33 persen.

Sejauh ini sudah ada lima investor yang ingin masuk ke Mandala, namun menunggu hasil keputusan rencana damai yang diajukan ke kreditur. Beberapa investor yang tertarik adalah Jetstar, LCNC, dan Manunggal grup.

Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti S Gumay menegaskan, tidak memberikan toleransi untuk izin rute Mandala jika batas 45 hari yang diberikan terlewati. “Batas waktu terlewati izin rutenya akan dicabut. Sedangkan untuk Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) kita beri waktu satu tahun,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s