240211 Tri Klaim Pikat 16 Juta Pelanggan

JAKARTA—PT Hutchison CP Telecommunications (HCPT) sebagai pemilik merek dagang Tri mengklaim meraih 16 juta pelanggan selama tahun lalu atau tumbuh 100 persen dibandingkan posisi 2009 sebesar 8 juta pelanggan.

“Pertumbuhan dipicu oleh pembukaan area baru, penawaran tarif yang kompetitif, dan akses data dengan kualitas tinggi,” ungkap Presiden Direktur Tri Manjot Mann di Jakarta, Rabu (23/2).

Diungkapkannya, Tri telah melayani 81 persen populasi penduduk Indonesia dengan hadir di 3.200 kecamatan di 24 provinsi yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan, dan Sulawesi dengan dukungan 12.000 BTS yang dilengkapi dengan teknologi Enhanced Data rates for GSM Evolution (EDGE) secara nasional, 3G High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) di 8 kota besar. Ke depan kota itu adalah Medan, Batam, Jabodetabek, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali.

Dijelaskannya, pada tahun ini Tri akan tetap agresif menawarkan tarif yang kompetitif dalam rangka memperbesar pangsa pasar. Program pemasaran terbaru adalah gratis telepon 30 detik berkali-kali ke semua operator selama 24 jam sejak detik pertama. “Fokus kami adalah menumbuhkan jumlah pelanggan. Soal Average Revenue Per User (ARPU) yang harus ditumbuhkan nanti dulu,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Sarwoto Atmosutarno mendesak perlunya standarisasi pola perhitungan  pelanggan yang digunakan oleh seluruh operator agar tidak terjadi penggelembungan jumlah pengguna.

“Besaran jumlah pelanggan masih dijadikan senjata untuk memoles nilai satu perusahaan. Baiknya ada standarisasi agar pengambil kebijakan dan investor  tidak salah melangkah,” katanya.

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono menambahkan, dominannya penggunaan kartu prabayar membuat rentan terjadinya nomor semu di pasar.

“Kala dilakukan kajian di lapangan banyak ditemukan kartu perdana yang diaktifkan oleh dealer atau penyedia konten memborong kartu yang menjelang habis masa aktif. Ini artinya pemborosan nomor,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s