220211 Restrukturisasi Normal di Industri Penerbangan

JAKARTA—Restrukturisasi manajemen dan hutang merupakan hal yang normal terjadi di industri penerbangan mengingat kompetisi yang terjadi lumayan keras.

“Isu restrukturisasi itu hal yang biasa di dunia penerbangan mengingat kerasnya kompetisi. Tidak hanya di Indonesia, lihat saja di luar negeri banyak operator mengalami hal serupa. Jika restrukturisasi berjalan mulus, akan membuat maskapai itu bisa lebih kuat,” tegas Ketua Umum Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Niaga Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA), Emirsyah Satar di Jakarta, Senin (21/2).

Dicontohkannya, kasus terbaru yang dialami oleh Mandala Airlines yang kesulitan akibat ditinggal salah satu investor strategisnya dan sedang berusaha menyelamatkan usaha dengan mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ke pengadilan  merupakan bagian dari strategi restrukturisasi.

”Apa yang dialami Mandala adalah hal biasa. Maskapai melakukan restrukturisasi itu sudah sering. Garuda pun juga pernah mengalaminya,” katanya.

Diungkapkannya,  di negara maju seperti Amerika Serikat langkah ke PKPU itu dikenal  dengan istilah Chapter 11. Chapter 11 merupakan penyelesaian masalah keuangan dengan mengajukan PKPU dan restrukturisasi utang. Dalam UU kebangkrutan AS  Chapter 11 merupakan kebalikan dari Chapter 7. Chapter 7 mewajibkan adanya pailit dan likuidasi.  Alhasil,  apabila sebuah perusahaan mengajukan Chapter 11 maka akan ada restrukturisasi kewajiban dan term pembayaran (semua kreditur bisa mendapatkan pembayaran).

Emirsyah menyebutkan, sudah banyak contoh melalui restrukturisasi tersebut sejumlah maskapai dunia bisa bangkit kembali seperti Continental Airlines (CA) yang berdiri pada 1934 dan menempati posisi nomor lima maskapai dengan jumlah penumpang terbesar di Amerika Serikat.

Namun,  ada juga maskapai yang mengalami kegagalan restrukturisasi. Data IATA menunjukkan  pada 2009 lalu, ada maskapai dunia gagal melakukan restrukturisasi antara lain Swiss Airlines dan SAS. ”Industri ini seperti halnya sektor lainnya, juga mengalami naik dan turun. Yang penting, siapa pun maskapai itu harus mampu berdiri di depan gelombang (wave) naik turunnya industri ini sebab jika di belakang, akan tertinggal,” katanya.

Sayangnya, Emirsyah yang juga Direktur Utama Garuda Indonesia mengaku belum berani menegaskan nasib rencana damai yang diajukan oleh Mandala terkait salah satu unit usahanya Garuda Maintenance Facilities (GMF). ”Kalau soal hutang Mandala ke GMF harus dipelajari terlebih dulu. Apa benar masalah hutang dikonversi ke saham itu yang terbaik,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S Sunoko yang keberatan dengan hutang perseroan dikonversi menjadi bagian dari 15 persen saham kredit konkuren Mandala. ”AP II itu sahamnya milik pemerintah. Akan rumit prosedurnya jika itu dilakukan,” tegasnya.

Perkuat domestik
Sementara itu, Pengamat penerbangan niaga nasional, Arista Atmadjati mengatakan, proses restrukturisasi adalah hal biasa dalam industri penerbangan. “Saya juga yakin Mandala mampu keluar dari proses restrukturisasi ini dengan baik karena sebenarnya Mandala itu secara brand dan potensi pasar domestiknya juga sudah kuat. Tinggal fokus dan tidak over ekspansif, khususnya di rute-rute regional,” katanya.

Ia juga menyarankan, dalam proses restrukturisasi itu, jika dimungkinkan ada investor baru, akan lebih baik. Saat ini saham Mandala dikuasai oleh Cardig International Aviation sebanyak 51 persen, dan sisanya Indigo Partners.

Mandala mengalami beban utang sebesar Rp 2,45 triliun dan mengajukan  PKPU.
Terakhir, voting penyelesaian utang Mandala Airlines diundur menjadi 24 Februari 2011, antara lain karena beberapa kreditur merasa perlu waktu lebih banyak untuk melakukan pengkajian atas rencana perdamaian yang diberikan oleh Mandala. Rencana damai yang ditawarkan adalah mengkonversi hutang kepada kreditur konkuren senilai 2,4 triliun rupiah menjadi saham sebesar 15-20 persen.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s