190210 Rencana Damai Mandala Ditolak

JAKARTA–Rencana damai yang diajukan PT Mandala Airlines (Mandala) untuk mengkonversi utang menjadi saham sepertinya menemui jalan buntu.

Beberapa perwakilan perusahaan yang mengikuti paparan dari Mandala Jumat (18/2) tentang rencana tersebut mengungkapkan penolakannya sehingga voting untuk menentukan nasib rencana damai menjadi tertunda.

Beberapa perusahaan yang menunjukkan penolakan diantaranya PT Angkasa Pura I, PT Garuda Maintenance Facilities AeroAsia, PT Angkasa Pura II, ST Aerospace System Singapore, dan PT Merpati Nusantara Airlines.

“Rencananya hari ini ada voting untuk menentukan nasib rencana damai yang diberikan oleh Mandala. Tetapi melihat kondisi yang ada, diundur menjadi Kamis (24/2) agar para kreditur bisa konsolidasi ke internalnya,” ungkap Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Duma Hutapea di Jakarta, Jumat (18/2).

Dijelaskannya, apabila rencana konversi hutang menjadi saham ditolak, sesuai dengan tugas PKPU, Mandala bisa dinyatakan pailit. Namun, jika rencana diterima maka investor baru yang berhasil digaet akan masuk dan mulai mengepakkan sayapnya kembali.

Diungkapkannya, hal yang menjadi masalah lainnya adalah terdapat kewajiban Mandala dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dihitung sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Ini perlu diklarifikasi dulu apa benar. Sejauh ini nilai uang kreditur konkuren adalah 2,4 triliun rupiah,” katanya.

Sementara untuk kreditur separatis (Bank Victoria) dinilai dalam posisi aman karena dijamin dengan aset dimiliki Mandala.

Presiden Direktur Mandala Airlines Diono Nurjadin menegaskan, tidak ada opsi perdamaian lain yang ditawarkan kepada para kreditor.

“Kalaupun para kreditor meminta utangnya dialihkan kepada pihak lain, mungkin bisa dilakukan setelah kami mencapai kesepakatan dengan calon investor,” kata Diono.

Diono menjelaskan, ada dua alternatif mekanisme konversi utang menjadi saham yang ditawarkan. Pertama alternatif penjualan saham, yang akan digunakan jika investor strategis menyediakan armada pesawat terbang dan layanan pendukung lain kepada perseroan. Dalam alternatif ini, perseroan akan menggunakan usaha terbaik untuk menjamin agar kreditor konkuren memiliki opsi menjual sahamnya ke investor strategis.

Jika tawaran ini diterima, maka komposisi pemegang saham Mandala adalah 15 persen (6,8 juta saham) dipegang kreditor konkuren, 1 persen (459.226 saham) dipegang pemegang saham saat ini yaitu Cardig International Aviation dan Indigo Indonesia Investments S.a.r.l. Sementara, investor keuangan baru akan memegang 51 persen (23,4 juta saham) dan investor strategis baru memegang 33 persen (15,1 juta saham).

Alternatif kedua, jika investor strategis baru menyetor uang tunai kepada Mandala maka yang ditawarkan adalah pendilusian saham.

Pada tahap I pemegang saham saat ini memegang 1 persen saham lalu terdilusi menjadi 0,7 persen pada tahap II. Sementara kreditor konkuren awalnya memegang 22,4 persen , lalu terdilusi menjadi 15 persen. Investor keuangan baru awalnya memegang 76,6 persen menjadi 51,3 persen dan investor strategis memegang 33 persen.

Juru bicara Mandala Airlines Nurmaria Sarosa mengungkapkan, sejauh ini sudah ada lima investor yang ingin masuk ke Mandala, namun menunggu hasil keputusan rencana damai yang diajukan ke kreditur. Beberapa investor yang tertarik adalah Jetstar, LCNC, dan Manunggal grup.

“Kami belum bisa ungkap nama investornya sejauh belum ada kesepakatan,” katanya.

Secara terpisah, Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti S Gumay menegaskan, tidak memberikan toleransi untuk izin rute Mandala jika batas 45 hari yang diberikan terlewati. “Batas waktu terlewati izin rutenya akan dicabut. Sedangkan untuk Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) kita beri waktu satu tahun,” katanya.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s