190210 Garuda Serahkan Harga Saham ke Pasar

JAKARTA–PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyerahkan pergerakan harga sahamnya ke pasar walau sejak di-listing pekan lalu terus menunjukkan penurunan.

“Soal harga saham itu kita tidak bisa mempengaruhi. Biarkan pasar yang menilai. Garuda hanya bisa membuktikan janji menjelang Initial Public Offering (IPO) melakukan aksi korporasi dengan dana yang didapat dari pasar,” ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, Jumat (18/2).

Diungkapkannya, untuk hari Jumaat (18/2) harga saham GIAA masih stagnan dikisaran 570 rupiah kala pembukaan atau penutupan. “Kami tetap dengan aksi korporasi. Sekarang kita baru saja menandatangani kerjasama dengan. GE Capital Aviation Services (GECAS) untuk pengadaan pesawat dan mesin,” katanya.

Dijelaskannya, kerjasama dengan GECAS berupa pengadaan sebanyak enam Boeing 737-800NG dan tiga. engine CFM56-7B. Dari keenam pesawat tersebut, tiga diantaranya akan diterima pada bulan Juni, September, dan Oktober 2013, dan tiga pesawat lagi akan diterima pada bulan yang sama tahun 2014, sedangkan tiga
engine CFM56-7B akan diterima pada bulan Juli dan Agustus 2011 dan Juni 2012.

Langkah ini sesuai dengan program Quantum Leap yang dijalankan, maka pada tahun 2015 mendatang Garuda akan mengoperasikan sebanyak 153 pesawat terdiri dari B737-800NG, A330-300/200 dan B777-300ER dengan rata – rata umur pesawat hanya 4,4 tahun.

“Tahun 2011 ini, Garuda akan mendatangkan sebanyak 11 pesawat baru yang terdiri dari 10 Boeing 737-800NG dan 1 unit Airbus A330-200. Kerjasama ini menunjukkan kepercayaan dan apresiasi perusahaan asing terhadap keberhasilan Garuda dalam melaksanakan turn around dan transformasi bisnis”, tambahnya.

Dijelaskannya, untuk tahun ini secara nett hanya satu pesawat yang bertambah karena 10 pesawat berupa pergantian armada tua yang dibuat sejak 1996. Sedangkan nasib pesawat tua akan dijual.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan menambahkan, dana yang didapat dari IPO digunakan sebagian sebagai secure deposit dalam operating lease pengadaan armada tahun ini.

“Untuk satu pesawat itu butuh deposit 1-1,5 juta dollar AS, sementara satu mesin sekitar 500-600 ribu dollar AS,” jelasnya.

Lebih lanjut Emirsyah mengatakan, dalam rangka penyesuaian organisasi perusahaan, susunan direksi dilakukan perubahan dengan adanya Direktur pemasaran dan penjualan, serta services.

Saat ini susunan direksi GIAA adalah direktur utama Emirsyah Satar, Direktur Keuangan Elisa Lumbantoruan, Pelaksana Harian (PLH) Direktur SDM Heryanto, PLH direktur pemasaran dan penjualan Arif Wibowo, Direktur Services Agus Prianto, dan Direktur IT& Strategis Achrina.

“Pejabatnya masih pelaksana harian. Untuk pejabat definitif harus ada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB),” jelasnya.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s