170210 Infrastruktur Broadband Butuh Insentif Pemerintah

JAKARTA—Pembangunan infrastruktur broadband di Indonesia membutuhkan insentif dari pemerintah berupa investasi langsung dan kemudahan regulasi.

“Indonesia sebaiknya meniru Australia dengan National Broadband Network (NBN) dimana pemerintahnya menanamkan investasi langsung untuk mengembangkan infrastruktur broadband baik di perkotaan atau area rural karena menyadari teknologi ini bias menjadi penggerak perekonomian,” jelas Head of Sales Nokia Siemens Network (NSN) Sub Region Indonesia Henrik Brogaard kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, kondisi industri telekomunikasi di Indonesia dengan 11 operator menjadikan market driven sehingga pemain hanya akan berinvestasi di area yang menguntungkan. “Pemerintah harus turun tangan mengatasi kesenjangan digital khususnya di rural area. Infrastruktur yang dibangun sebaiknya berbasis serat optik,” katanya.

VP Marketing Communication Ericsson Indonesia Hardyana Sintawati mengatakan, beberapa Negara berkembang harus berjuang  untuk mewujudkan internet-for-all (internet untuk semua) walaupun  telah menjadikan mobile broadband dan mobile connectivity-for-all sebagai prioritas utama.
Dijelaskannya, hasil kajian perseroan  menemukan  korelasi yang positif antara pengembangan penetrasi broadband dan tambahan pengembangan Gross Domestic Product (GDP), selain dari terciptanya pekerjaan baru, diantaranya untuk setiap peningkatan penetrasi broadband sebesar poin 10 persen, dampak dari  ekonomi tertutup terhadap peningkatan GDP adalah sekitar 1 persen dari GDP. Sedangkan Untuk setiap penambahan 1000 pengguna broadband, sekitar 80 pekerajaan baru tercipta.

Secara terpisah, dampak sosial ekonomi dalam meningkatkan penetrasi broadband juga memiliki efek pada dimensi-dimensi sosial dan lingkungan,  seperti performa pendidikan, kondisi kesehatan (terutama di daerah pedalaman negara-negara yang kurang berkembang), konsumsi energi dan pengurangan emisi CO2.

“Indonesia memiliki potensi pertumbuhan di bidang mobile broadband yang menakjubkan. Sebagai negara keempat dengan populasi terbesar, Indonesia merupakan pasar besar dengan permintaan akan layanan telekomunikasi yang besar pula,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s