160210 Pilot Lion Air Dilarang Terbang

JAKARTA—Pilot Lion Air yang terlibat tergelincirnya pesawat  Boeing 737-900 ER nomor penerbangan JT 392 di  Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru  pada Senin (14/2) malam, pukul 21.10 WIB dilarag terbang untuk sementara hingga penyelidikan oleh regulator selesai terkait insiden yang terjadi.

“Kami mengambil keputusan untuk melarang Pilot dengan nama Habaoran Adriansyah tidak terbang dulu hingga penyelidikan terkait insiden di Pekanbaru selesai. Jika pun nanti bisa terbang lagi, harus melewati pengujian kembali,” tegas Juru Bicara Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan di Jakarta, Selasa (15/2).

Diungkapkannya, dari hasil penyelidikan awal diindikasikan pesawat Lion Air terperosok saat melakukan truning (membelok) setelah melakukan pendaratan. “Pilot melakukan belokan melebihi landasan sehingga roda terperosok ke tanah,” jelasnya.

Ditegaskannya, insiden yang dialami oleh Lion Air ini akan menjadi catatan bagi regulator. “Setiap insiden atau accident ada poin yang dipakai untuk menilai tingkat keselamatan masing-masing maskapai,” tegasnya.

Sebelumnya,  pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LFI tersebut tergelincir dan terperosok di ujung landasan (runway) 36 saat melakukan pendaratan (overshoot) di Bandara SSK II, Pekanbaru, Senin (14/2/2011) malam, pukul 21.10 WIB.

Tak ada korban jiwa maupun terluka akibat peristiwa tersebut. Pesawat yang dipiloti Capt. Habaoran Adriansyah ini merupakan pesawat terakhir yang dijadwalkan melakukan pendaratan di Bandara SSK II. Berdasarkan laporan petugas ATC, sebelum mendarat, pesawat sempat holding atau berputar di udara sebanyak dua kali. Kejadian nyaris mirip seperti ini dialami Lion Air pada tahun lalu di bandara Supadio. Sedangkan pada 2009 di Cengkareng.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Hari Cahyono mengungkapkan bandara SSK II sudah  beroperasi normal kembali, Selasa (15/02/2011).  Proses evakuasi pesawat dari lokasi kejadian selesai Selasa (15/02/2011) dinihari, pukul 03.55 WIB dengan menggunakan sling baja dan towing car. Evakuasi dilakukan dilakukan personel PT Angkasa Pura II (Persero) cabang Bandara SSK II yang melibatkan perwakilan Lion Air, serta dibantu penuh anggota TNI AU Lanud Pekanbaru. Pukul 06.00 WIB tadi, pendaratan pertama dilakukan pesawat Lion Air yang dijadwalkan akan mengangkut penumpang dari Pekanbaru menuju Jakarta,” jelasnya.

Hari menambahkan, proses evakuasi pesawat dari runway dilakukan setelah tim mendapatkan izin dari KNKT selaku institusi yang berkewenangan penuh menangani penyelidikan terhadap segala bentuk insiden maupun accident transportasi di Indonesia.

”Sebelum mendapatkan izin dari KNKT, kami tidak berani melakukan apa-apa kecuali untuk melakukan penyelamatan terhadap penumpang dan kru. Setelah itu, kami menunggu. Karena sejak insiden ini terjadi, area tergelincirnya pesawat otomatis menjadi kewenangan penuh KNKT,” imbuhnya.

Hari menegaskan, meski diketahui bahwa kondisi cuaca di Pekanbaru antara pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB mengalami hujan lebat yang disertai angin kencang, pihak Angkasa Pura II tak dapat menyimpulkan apa penyebab yang membuat tergelincir dan terjerembabnya pesawat. ”Itu kewenangan KNKT. Tetapi dapat kami laporkan bahwa sebelum kejadian, tepatnya pukul 21.06 WIB, pesawat Sriwijaya dengan nomor penerbangan SJ 041 bisa take off dengan aman dan lancar menuju Jakarta,” ungkapnya.

Bandara Sultan Syarif Kasim II yang berada di wilayah administrasi Kepulauan Riau, merupakan satu di antara 12 Bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) di wilayah bagian barat Indonesia. Bandara yang memiliki landasan pacu sepanjang 2250 x 35 meter ini merupakan bandara tersibuk kedua di Pulau Sumatera setelah bandara Polonia Medan, melayani penerbangan rute nasional maupun internasional.

Bandara yang memiliki kapasitas melayani pergerakan hingga 2 juta penumpang per tahun ini juga berfungsi sebagai salah satu Pangkalan Udara TNI AU. Saat ini Angkasa Pura II sedang melakukan pengembangan, baik terminal penumpang maupun runway agar bisa didarati pesawat yang lebih besar lagi.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s