140210 Garuda Inginkan Armada yang Segar

JAKARTA–PT Garuda Indonesia Tbk (Garuda) menginginkan armada yang lebih segar usianya ketimbang yang ada saat ini dalam waktu empat tahun mendatang.

“Kami terus melakukan revitalisasi armada  untuk menurunkan rata-rata usia pesawat dari sekarang sekitar 8,5 tahun menjadi 4,5 sampai 5,5 tahun pada 2015 nanti,” ungkap Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Diungkapkannya, pada 2015 Garuda akan mengoperasikan 153 pesawat, terdiri dari B737-800NG, A330-300/200, dan B777-300ER.  Saat ini, maskapai pelat merah itu telah mengoperasikan sebanyak 87 pesawat.

Selain itu pada 2015, juga berencana  menambah frekuensi domestik menjadi dua kali lipat dan internasional sebanyak tiga kali dari yang ada saat ini.

Dijelaskannya, langkah meremajakan armada telah dimulai salah satunya bekerja sama dengan perusahaan pembiayaan aviasi dan leasor milik Royal Bank of Scotland (RBS), RBS Aviation Capital, dalam penyediaan empat unit pesawat tipe Boeing 737-800 NG.

Keempat pesawat tersebut merupakan bagian dari 25 unit pesawat yang dipesan maskapai plat merah itu pada 2009.

Kerjasama dengan RBS Aviation Capital,  dilakukan dengan pola operating lease (sewa untuk operasional) untuk keempat pesawat tersebut dalam jangka waktu 10 tahun. Dua unit pertama sudah didatangkan pada Juli 2010 dan Januari 2011, sedangkan dua unit lainnya akan diserahkan pada Mei dan Juli 2013.

“Perseroan sudah meneken kesepakatan penyewaan dan pembiayaan untuk pengadaan pesawat hingga 2012. Saat ini  tinggal fokus untuk mencari komitmen pembiayaan maupun kesepakatan operating leasing untuk pengadaan armada pada 2013-2015. Ini berarti pengadaan 66 pesawat hingga 2015 terjamin,” jelasnya.

Diungkapkannya, dari 87 unit pesawat yang ada, sekitar dua pertiganya dioperasikan dengan pola operating lease, sementara sisanya milik sendiri.

Menurutnya, operating lease merupakan opsi terbaik yang dimiliki perseroan untuk memenuhi target pengadaan pesawat hingga 2015 melalui dana hasil penawaran saham perdananya.

“Opsi ini menjadikan kita hanya gunakan sampai akhir periode sewa. Kalau punya sendiri bisa 20 tahun. Dengan begitu, armada yang kita gunakan akan selalu baru. Dari sisi kenyamanan tentu terpenuhi, karena interior baru. Ini sejalan juga dengan komitmen kami, setiap lima tahun interior pesawat harus didekor ulang untuk kenyamanan penumpang,” katanya.

Selain itu, dengan menggunakan armada baru, perseroan akan diuntungkan dengan murahnya biaya perawatan. Pesawat dengan usia lima tahun ke bawah, menurutnya, tidak memerlukan dana perawatan sebesar pesawat yang telah berusia lebih dari lima tahun.

Armada baru, lanjutnya, juga mengonsumsi bahan bakar lebih efektif karena menggunakan teknologi mesin terbaru.

Senior VP Airlines Marketing RBS Aviation Capital Nicholas Cloet menyatakan, kerjasama dengan Garuda merupakan yang pertama kali dilakukan pihaknya di Indonesia.

Menurutnya, perkembangan dan potensi industri aviasi di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, menjadi faktor pendorong perusahaan untuk melakukan kesepakatan tersebut.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S Gumay menyatakan, setiap tahun industri penerbangan dunia bertumbuh sekitar 15-20 persen dan wilayah Asia Pasifik akan menjadi pusat pertumbuhan itu.

“Garuda perlu mempersiapkan diri untuk menyesuaikan diri dengan pertumbuhan yang ada.  Apalagi pada 2015, kebijakan Open Sky akan dimulai. Pengadaan pesawat baru diharapkan membuat  Garuda bisa bersaing dengan maskapai regional,” jelasnya.

Menurut Pengamat transportasi Ruth Hanna Simatupang revitalisasi armada sudah biasa dilakukan maskapai internasional. “Sudah saatnya Indonesia melakukan itu sebagai penguatan armada jika tidak ingin menghadapi kendala teknis dan operasional di lapangan,” katanya.

Berdasarkan catatan, salah satu maskapai asing yang memiliki armada muda adalah Singapore Airlines (SIA)  dengan rata-rata usia pesawat 6 tahun. SIA memiliki 108 armada yang mengangkasa  dan 94 dalam pemesanan.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s