100211 Ironi di Dunia Internet Indonesia

Indonesia dalam dua tahun terakhir ini dinasbihkan sebagai salah satu negara yang memiliki pertumbuhan pengguna internet tertinggi di dunia. Saat ini diperkirakan ada 45 juta pengguna internet di nusantara.

Pemerintah pun habis-habisan mendukung majunya internet di Indonesia sehingga bisa menjadi salah satu mesin perekonomian negara. Konsep Indonesia Connected digaungkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sebagai instansi teknis juga serius mendorong pembangunan infrastruktur serta lembaga pendukung.

Salah satunya adalah pembentukan Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII) atau  lembaga pengawas internet empat tahun lalu.  Tugas dari lembaga ini diantaranya melakukan sosialisasi,  koordinasi pencegahan, pemantauan, pendeteksian dan peringatan dini terhadap ancaman dan gangguan serta penanganan insiden pada jaringan internet khususnya infrastruktur strategis.

Berikutnya, melakukan pembangunan dan atau penyediaan, pengoperasian, pemeliharaan dan pengembangan sistem database, análisis, pemantauan dan pengamanan pemanfaatan jaringan internet dalam rangka dukungan kegiatan pemantauan, penyimpanan rekaman transaksi (log file) serta dukungan penegakan hukum dan menjadi pusat koordinasi nasional penanganan insiden terkait dengan ancaman dan gangguan keamanan jaringan internet Indonesia.

Tugas boleh mentereng dan bergengsi, tetapi tidak demikian realitas di lapangan. Ironis. Inilah kata yang pantas diucapkan terkait nasib lembaga itu sekarang ini. Walaupun lembaga  ini mendapat pengakuan dari negara lain dan memiliki hak suara untuk pemberantasan cybercrime, sokongan dana dari  Kemenkominfo yang minim membuat lembaga ini kembali diterpa masalah  kekurangan anggaran  untuk operasional layaknya setahun setelah berdiri sehingga mengalami mati suri. Bahkan kabarnya untuk membayar gaji karyawan saja lembaga ini tidak mampu.

Wakil Ketua ID-SIRTII M.S. Manggalany mengakui lembaganya masih beroperasi tetapi secara teoritis memang sedang berhenti. Hal ini karena  personil sudah habis masa kontrak sejak Desember 2010 dan tidak jelas nasibnya hingga sekarang.

“Itu kisruhnya di Kemkominfo karena masalah anggaran, eksekusinya lewat pelelangan proyek sepenuhnya wewenang mereka  Ini dampak reorganisasi yang belum tuntas sehingga pejabat yang seharusnya deliver proyek  termasuk untuk alokasi  lembaga ini statusnya masih Pelaksana Harian (PLH),” jelasnya.

Diungkapkannya, ID-SIRTII  masih ad-hoc  dan berbasis proyek sehingga tidak memiliki anggaran rutin. “Salah satu tugas pelaksana ID-SIRTII  adalah menyusun kajian bentuk lembaga ini ke depan, itu sdh lama  diajukan, sekarang  bolanya  di tangan pemerintah mau diapakan,” keluhnya.

Praktisi Internet Heru Nugroho menyayangkan lembaga sepenting ID-SIRTII terhenti  karena jika ada serangan  secara massif ke jaringan internet, Indonesia dalam posisi tidak berdaya. “Kemenkominfo tidak punya  sense of crisis dalam mengelola internet,” sesalnya.

Menanggapi hal itu,  Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto mengakui,  ada masalah di ID-SIRTII  sebagai imbas dari restrukturisasi organisasi di Kemenkominfo.

“Secara langsung atau tidak, ID-SIRTII  terkena imbas dari re-organisasi. Sebab, seluruh pejabat di Kominfo jadi PLH semua. Kami juga belum bisa membentuk penanggung jawab program seperti  pejabat pembuat komitmen (PPK) karena baru efektif per 25 januari 2011. Ini hanya sementara, sebentar lagi kembali normal ,”  tegasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s