090211 Pengelolaan Bandara Belum Efisien

JAKARTA—Pengelolaan bandara udara di Indonesia dinilai belum efisien dan efektif sehingga pelayanan kepada pengguna prasarana tersebut  tidak optimal.

“Saya menilai hingga sekarang bandara-bandara udara di Indonesia mulai dari design dan pelayanannya belum efektif dan efisien. Akibatnya para pengguna dirugikan secara kenyamanan,” ungkap Anggota Komisi V DPR RI KH Abdul Hakim di Jakarta, Selasa (8/2).

Dicontohkannya, efisiensi dan efektifitas itu bisa dilihat dari banyaknya ruangan di bandara yang tidak optimal digunakan, proses ground handling yang lama, atau lalu lintas pesawat tidak optimal pengaturannya. “Bandara udara itu harusnya sebagai tempat penyaluran lalu lintas orang yang akan menggunakan angkutan udara. Bukan berlama-lama di bandara udara. Itu tidak efisien, bayangkan berapa kerugian yang diderita maskapai jika ground handling-nya lama,” ketusnya.

Disarankannya, pengelola bandara udara dalam mengembagkan prasarana ke depan harus mengevaluasi infrastruktur yang sudah ada dan melakukan optimalisasi untuk tempat yang masih menganggur. “Contohnya seperti Bandara Soekarno-Hatta. Sekarang sedfang dibuat grand design untuk bisa menampung 65-70 juta penumpang empat tahun mendatang. Tetapi direksinya sudah memberikan ancar-ancar ada kemungkinan jumlah itu bisa tercapai lebih cepat dan mencari bandara pendukung. Ini seperti pemborosan,” katanya.

Sedangkan dari sisi pemerintah, Hakim menyarankan, pemilihan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni untuk menduduki posisi otoritas bandara. “Walaupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetapi tidak memiliki kompetensi seperti diminta regulasi, tidak berhak individu itu dududk di posisi itu. Soalnya otoritas bandara memegang peranan penting di aspek keselamatan,” katanya.

Sedangkan Anggota Komisi V Fraksi Partai Demokrat Agus Bastian  meminta, sarana moda pendukung untuk akses ke bandara harus dipikirkan untuk dikembangkan khususnya di Soekarno-Hatta.

“Pembangunan kereta api bandara harus secepatnya direalisasikan. Akses menuju bandara  hanyalah melalui jalan tol Prof Soedyatmo yang  dikhawatirkan pada tahun 2013 akan mengalami kemacetan luar biasa. Alangkah lebih baik saat ini mulai dipikirkan alternatif akses menuju bandara  mengingat ketidak pastian waktu tempuh menjadi ancaman serius di masa depan,” katanya.

Perbaiki Diri
Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S Sunoko menjelaskan, bandara udara yang dibawah pengelolaan perseroan terus diperbaiki dan dikembangkan layanannya. “Khusus bandara Soekarno Hatta telah dibuat grand design awal pengembangannya. Kami targetkan empat tahun lagi Soekarno-Hatta sudah bisa melayani 65-70 juta penumpang. Kapasitas sekarang 22 juta penumpang tetapi melayani 44,3 juta penumpang,” katanya.

Namun, Tri mewanti-wanti seandainya pengembangan dari bandara Soekarno-Hatta telah selesai, harus dicari bandara pendukung untuk mengantisipasi jumlah penumpang melebihi kapasitas tersedia.

“Soekarno-Hatta sudah tidak bisa dikembangkan lagi jika sudah mencapai kapasitas 70 juta penumpang,” jelasnya.

Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo mengungkapkan, tiga belas bandara yang berada dalam pengelolaannya akan dikembangkan 8 diantaranya pada tahun ini. Beberapa bandara yang dikembangkana dalah Ngurah Rai (Denpasar), Terminal II Juanda (Surabaya), dan Sepinggan (Balikpapan).

“Kami menyiapkan belanja modal 2010 sebesar 2,6 triliun rupiah  dimana 62 persen digunakan untuk pengembangan bandara. Untuk delapan bandara yang akan dikembangkan dibutuhkan dana 5,5 triliun rupiah,” katanya.

Sementara Dirjen Hubungan Udara Herry Bhakti S Gumay mengungkapkan, anggaran yang dipersiapkan instansinya untuk sektor udara mencapai 4 triliun rupiah. “Untuk pembangunan infrastruktur disiapkan dana dua triliun rupiah. Terkait antisipasi Soekarno-Hatta akan penuh empat tahun mendatang sedang dicari bandara pendukung, diantaranya Halim Perdana Kusumah,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s