090211 Indosat Masih Merasa Nomor Dua

JAKARTA—PT Indosat Tbk (Indosat) masih merasa sebagai pemain kedua terbesar di industri telekomunikasi yang menyediakan jasa telepon tetap terbatas, seluler, dan wholesale &infrastructure.

“Kami adalah perusahaan telekomunikasi yang menjalankan bisnis secara fully integrated dari ketiga lini usaha di atas. Tidak bisa dipilah-pilah dan diukur dengan parameter berbeda. Jika melihat secara utuh, posisi Indosat belum berubah,” tegas Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko di Jakarta, Selasa (8/2).

Ditegaskannya, sebagai perusahaan telekomunikasi, Indosat memiliki rekam jejak yang jelas di industri sebagai entitas nan kuat dan menjadi center of excellent. “Kami terus terang tidak tertarik membandingkan diri dengan kompetitor. Apalagi jika ukuran untuk membandingkan tidak seimbang,” ketusnya.

Untuk diketahui, posisi Indosat di kancah jasa seluler mulai tergilas oleh  PT XL Axiata Tbk (XL) yang baru saja mengumumkan kinerja keuangan 2010 dan mengklaim sebagai pemain nomor dua di bisnis tersebut.
XL  pada tahun lalu meraih laba bersih  2,9 triliun rupiah atau naik 69 persen dibandingkan 2009.  Pendapatan usaha juga meningkat sebesar 27 persen dibandingkan 2009 atau sebesar  17,6 triliun rupiah.

Sedangkan  Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortization (EBITDA) mencapai  9,3 triliun rupiah atau naik 50 persen dibandingkan 2009 dengan  dengan EBITDA marjin yang meningkat menjadi 53 persen pada akhir 2010.

Sementara jumlah pelanggan menjadi 40,4 juta atau naik  28 persen dibandingkan 2009 sebesar  31,4 juta pelanggan.  Untuk tahun ini XL menargetkan  meraih  44,5-44,9 juta pelanggan.

Posisi nomor satu di kancah segmen selular masih dipegang oleh Telkomsel dengan 95 juta pelanggan dan omset pada tahun lalu sebesar 41,6 triliun rupiah. Sementara Indosat belum mengeluarkan laporan keuangan 2010.

Dari nilai kapitalisasi pasar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memimpin senilai 180 triliun rupiah, disusul XL ( Rp 43 triliun), dan Indosat (Rp 32,6 triliun).

Tetap Agresif
Selanjutnya Harry menegaskan, perseraon akan tetap agresif pada tahun ini, sinyal itu terlihat dengan komitmen melanjutkan modernisasi jaringan yang telah dimulai sejak tahun lalu. Untuk Jabotabek, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan, dan Sukabumi telah selesai dilakukan di sebagian area.

“Walaupun ada pergantian direksi jaringan dari Bapak Stephen Edward Hobbs ke Hans C. Moritz, program modernisasi tetap dilakukan. Pergantian ini dilakukan karena Bapak Hobbs ditugaskan pemegang saham (Qatar Telecom) hanya sampai Mei tahun ini,” tegasnya.

Langkah lain yang akan dilakukan untuk membuat perusahaan tetap kinclong adalah melakukan utilisasi aset seperti jasa Fixed Wireless Access (FWA) StarOne yang terkesan tidur selama ini.

“Apapun itu wacana yang menguntungkan perusahaan akan dieksplorasi. Kita masih melakukan kajian untuk mengoptimalkan aset yang ada,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengaku terbuka jika  Indosat  ingin melepas anak usaha FWA, StarOne, untuk dikonsolidasikan dengan Flexi.

“ Dulu, satu atau 1,5 tahun lalu memang ada pembicaraan dengan Indosat membahas StarOne-Flexi. Tetapi setelah itu tidak ada lagi. Kami terbuka saja kembali berdiskusi jika Indosat memang benar ingin memisahkan StarOne dari perusahaanya,” jelasnya.

Pengamat telekomunikasi Guntur S Siboro menyarankan sebelum dilakukan konsolidasi ada kajian dulu tentang kebutuhan kedua pemain. “Konsolidasi itu mengincar spektrum frekuensi,  pelanggan, brand equity, saluran distribusi, atau efisiensi pendanaan,” katanya.

Diungkapkannya, dari sisi merek dagang atau saluran distribusi StarOne tidak begitu menarik. “Namun, jika melihat spektrum yang menganggur ada baiknya dikembangkan oleh Telkom,” tuturnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s