090211 Dua Maskapai Setop Sementara Rute ke Jeddah

JAKARTA—Dua maskapai swasta menghentikan sementara rute penerbangan ke Jeddah karena sepi minat dari masyarakat pengguna.

“Dua maskapai memang menghentikan penerbangan ke Jeddah karena musim Haji dan Umroh sudah berlalu. Kedua maskapai itu adalah Lion Air dan Batavia Air,” ungkap Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti S Gumay di Jakarta, Selasa (8/2).

Dijelaskannya, rute ke Jeddah memang disasar oleh maskapai untuk mengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI), jemaah haji, dan Umroh. “Nah, karena musim ketiga itu sudah reda, maskapai bersikap realistis dengan menghentikan layanan. Itu tidak masalah,” katanya.

Diungkapkannya,  maskapai yang masih beroperasi hingga sekarang  adalah Garuda Indonesia, itupun mengalami pengurangan frekuensi dari dua menjadi satu  per hari. “Inilah alasan kami memutuskan Garuda Indonesia saja yang dipakai untuk mengevakuasi WNI di Mesir,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementrian Perhubungan (kemenhub) mengumumkan dalam rangka evakuasi WNI di Mesir akan menggunakan jasa tiga maskapai yakni Garuda Indonesia, batavia Air, dan Lion Air. Namun, realisasi di lapangan hanya Garuda yang aktif menjalankan evakuasi. Saat ini evakuasi ke tiga telah dilakukan pada Senin (7/2). Rombingan evakuasi ke empat akan tiba pada Kamis (10/2) lusa

Secara terpisah, Juru bicara Batavia Air, Eddy Heryanto mengakui penerbangan ke Jeddah dihentikan karena low season dan visa Umroh belum ada. “Akhir bulan ini visa Umroh akan dibuka dan batavia akan kembali melayani rute itu mulai 25 Februari,” katanya.

Berkaitan dengan nasib armada yang digunakan untuk ke Jeddah selama ini, dikatakannya, satu unit Airbus A330 sedang dalam C-Check dan satu l;agi di charter ke China sejak 31 januari lalu.

Sementara Lion Air yang memiliki dua Boeing 747-400 tidak bisa mengoperasikannya karena pesawat satu pesawat dicarter dan satunya lagi belum memiliki awak.

Terminal III
Pada kesempatan lain, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II, Tri S Sunoko mengungkapkan, sedang  mendekati beberapa maskapai untuk mengisi Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (Soetta)  sejak Mandala Airlines menghentikan operasinya sementara.

Direktur Komersial PT Angkasa Pura II, Sulistio Wijayadi mengakui,  sudah mendekati beberapa maskapai di antaranya Sriwijaya Air, Lion Air, Express Air, Merpati dan Citylink. “Kalau Sriwijaya kelihatannya belum mau pindah tapi maskapai lain pasti ada yang mau,” ungkapnya.

Dijelaskannya, kapasitas terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta saat ini sebenarnya mencapai 4 juta penumpang. Sementara dengan dua maskapai di sana yaitu PT Indonesia AirAsia dan PT Mandala Airlines baru dipergunakan untuk mengangkut 1,94 juta penumpang per tahun.

Dari jumlah itu, penumpang dari Mandala sebanyak 1,1 juta orang sedangkan penumpang AirAsia sebanyak 841.124 orang. Selama Januari 2011, penumpang terminal 3 hanya mencapai 20.000 atau turun 62,88% dari Desember 2010 saat Mandala masih beroperasi.

Terminal 3 merupakan satu-satunya terminal di Bandara Soekarno-Hatta yang belum kelebihan kapasitas. Sementara penggunaan terminal lainnya yaitu terminal 1-A, 1-B, 1-C, 2-D, 2-E dan 2-F sudah jauh melebihi kapasitasnya yang masing-masing 3 juta penumpang per tahun. Bahkan jumlah penumpang di terminal 1-A sudah mencapai 11,58 juta orang per tahun. [dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s