080211 Pemain Besar Disarankan Minta Alokasi IPv4

JAKARTA—Para pemain besar di dunia internet seperti  penyedia konten, pemilik jaringan yang besar, kampus, bank, dan berbagai institusi yang memiliki jaringan dan konten internet, disarankan untuk  segera meminta alokasi IPv4, sekaligus langsung
menjalankan IPv6 agar bisnisnya tetap bisa berjalan.

IPv4 adalah pengalamatan internet versi 4  yang berjumlah 4,3 miliar Internet Protocol (IP), IPv6 berjumlah 4 triliun triliun triliun triliun IP dan  lebih  aman.

“Habisnya freepool IPv4 di  Internet Assigned Numbers Authority (IANA) diperkirakan pada sekitar pertengahan tahun 2011 ini. Para pemain besar disarankan meminta alokasi IPv4 sembari migrasi ke IPv6.  Ada banyak keuntungan apabila kita memiliki IPv4 sendiri,” jelas Kabid National Internet Registery dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Valens Riyadi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dijelaskannya, memiliki alokasi IPv4 sendiri membuat pemain  berlangganan ke lebih dari satu Internet Service Provider (ISP) dan melakukan load balance, sekaligus fail over untuk beberapa link upstream tersebut. Pemain  juga lebih fleksibel untuk berpindah ISP, karena tidak perlu melakukan pengubahan alamat IP, karena alamat IP yang digunakan memang dialokasikan secara permanen  tidak tergantung pinjaman IP dari ISP.

Menurutnya, untuk penyedia konten seperti perbankan, memiliki IP sendiri juga lebih baik dari sisi keamanan, dan juga jika dilakukan whois pada alamat IP tersebut, data yang tercantum adalah identitas institusi sendiri, bukan ISP tempat  berlangganan.

Institusi yang ingin mendapatkan alokasi IPv4, bisa menghubungi Indonesia Network Information Center (IDNIC) di web http://www.idnic.net atau email hostmaster@idnic.net

Untuk diketahui, Alokasi IP Address di dunia diatur oleh IANA, dan di bawahnya ada pembagian 5 wilayah berdasarkan geografi. Indonesia bernaung di bawah Asia Pacific Network Information Centre (APNIC). Menurut catatan APNIC, Indonesia saat ini telah mendapat alokasi alamat IPv4 sebanyak 49.455 blok IPv4 /24 atau sekitar 12.7 Juta alamat IP.

Pada 1 Februari 2011, IANA mengabulkan permintaan APNIC dan memberikan 2 buah blok /8 terakhirnya. Memang, masih ada 5 blok /8 lagi yang disimpan IANA, tetapi blok tersebut akan segera dibagikan secara merata ke setiap wilayah : Asia Pasific, Amerika Utara, Amerika Latin, Afrika, dan Eropa. 5 blok terakhir ini juga akan dialokasikan ke pengguna dengan tata cara yang jauh lebih ketat dari sebelumnya, dan jumlah maksimal yang jauh lebih kecil.

“Dalam beberapa waktu mendatang IPv4 dan IPv6 akan berjalan bersamaan (dual-stack), hingga satu saat nanti, kita bisa sepenuhnya menikmati penggunaan IPv6,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s