080211 Berbenah ala Penguasa

Dominasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk  (Telkom) di  industri telekomunikasi tak  terbantahkan lagi. Anak usahanya, Telkomsel, adalah penguasa 55 persen pangsa pasar seluler. Belum lagi unit usaha Fixed Wireless Access (FWA) Flexi yang juga menjadi pemimpin di pasarnya.

Namun, mulai tahun lalu sepertinya Telkomsel yang selalu menjadi andalan sebagai pemasok sekitar 60 persen omset bagi perseroan secara grup agak tersendat. Kinerja anak usaha hasil patungan dengan SingTel ini tidak sekinclong 2009.

Untuk diketahui,    Telkomsel pada 2009 meraih pendapatan sekitar 40 triliun rupiah dengan jumlah pelanggan 82 juta nomor. Target pada 2010 adalah mendapatkan omset 44 triliun rupiah dengan jumlah pelanggan 100 juta nomor.

Namun, pada tahun lalu pertumbuhan omset hanya di bawah 4 persen atau sekitar 41,6 triliun rupiah dengan raihan 95 juta pelanggan. Sedangkan laba bersih hanya 11,326 triliun rupiah atau turun 13,6 persen dibandingkan 2009 sebesar 13,16 triliun rupiah.

“Ini semua karena pasar sudah mencapai titik jenuh. Kinerja paling terpukul kala kuartal I 2010 dimana terjadi perang penawaran SMS gratis lintas operator,” keluh Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno di Jakarta, belum lama ini.

Telkom sebagai pemilik 65 persen saham Telkomsel pun tak tinggal diam. Restrukturisasi manajemen Telkomsel akan dilakukan secepatnya menjelang tutup semester I 2010. “Memang benar akan dilakukan restrukturisasi manajemen Telkomsel dalam rangka menyesuaikan dengan perubahan lanskap industri,” ungkap Komisaris Utama Telkomsel Rinaldi Firmansyah.

Diungkapkannya, rencananya jumlah direksi Telkomsel akan dimekarkan dari lima menjadi delapan personil.  “Jumlahnya memang menjadi 8. Sekarang kita sedang diskusi dengan Singtel sebagai  pemegang  35 persen saham  untuk menentukan komposisi. Telkom tentu ingin mendapatkan jumlah dominan seperti sekarang karena menguasai  65 persen,” katanya.

Berdasarkan catatan, susunan direksi Telkomsel sekarang adalah Direktur Utama Sarwoto Atmosutarno,    Direktur Keuangan Triwahyusari, Direktur Perencanaan & Pengembangan Herfini Haryono, Direktur Operasi Ng Kwon Kee dan Direktur Niaga Leong Shin Loong. Dua nama terakhir adalah perwakilan dari Singtel.

Pemekaran dilakukan  dengan menambah posisi direksi sumber daya manusia, penjualan, dan Teknologi Informasi. Telkom sendiri menginginkan posisi direksi utama, keuangan, operasi, penjualan, dan SDM harus diisi oleh perwakilannya. Kabar beredar memberikan sinyal kuat Herfini Haryono akan dipromosikan menjabat direktur utama.

Berkaitan dengan kinerja Telkomsel pada 2010 yang memberikan sinyal pesimistis berupa pertumbuhan omset tidak sesuai target yakni 10 persen, Rinaldi menegaskan, performa Telkom secara konsolidasi masih menunjukkan angka yang bagus untuk tahun lalu.  “Saya belum mau bicara kinerja karena masih dihitung. Telkom tetap tumbuh single digit tahun lalu. Baru itu saja yang bisa diinformasikan,” katanya.

Banyak kalangan beranggapan dengan melambatnya pertumbuhan Telkomsel pada 2010 dan tertekannya laba Telkom pada kuartal III 2010, diperkirakan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu pada tahun lalu tidak begitu menggembirakan.

Menanggapi hal itu, Head of Corporate Communication Telkom Eddy Kurnia meminta, semua pihak untuk menunggu dulu  hasil audit laporan keuangan Telkomsel dan Telkom secara grup sebelum mengambil kesimpulan ada permasalahan di Telkomsel. “Jangan cepat mengambil kesimpulan. Sedangkan masalah  restrukturisasi itu hal yang biasa untuk mengadaptasi perubahan bisnis,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s