010211 XL Siapkan Rp 1,66 Triliun untuk Jasa Data

JAKARTA—PT XL Axiata Tbk (XL) menyiapkan dana sebesar 1,66 triliun rupiah atau sepertiga dari total belanja modal 2011 sebesar 5 triliun rupiah  untuk mengembangkan layanan data.

Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi menjelaskan, diberikannya perhatian lebih serius untuk mengembangkan jasa data mengingat strategi perusahaan ke depan tidak lagi akan bermain tarif di suara dan SMS karena  besaran  nilai ritelnya  terus dipangkas sejak tahun lalu.

“Jika kita terus bermain di tarif untuk kedua jasa itu akan terkorbankan kualitas layanan. Selain itu, melihat pertumbuhan SIM Card tahun ini yang tidak besar, tidak ada gunanya dibanting tarif kalau pelanggan yang masuk tidak besar,” jelasnya di Jakarta, Senin (31/1).

Hasnul menegaskan, sejak tahun 2010, XL mulai memfokuskan diri terhadap layanan data dimana  sekitar 30 persen dari belanja modal 2010 untuk layanan data. Sepanjang tahun 2010, XL telah membangun 2.842 BTS (2G/3G) sehingga pada akhir 2010 jumlah BTS XL telah mencapai 22.191 (2G/3G). Pada tahun ini perseroan berencana  membangun 1.500- 2 ribu BTS baru.

Dalam rangka meningkatkan pengalaman pelanggan di layanan data, XL menyediakan platform khusus, XL go!. Platform tersebut diciptakan untuk memudahkan pelanggan mendapatkan informasi sisa pulsa, mengakses layanan jejaring sosial dengan mudah, dan mendapatkan berita terkini.

Sejak peluncuran pertama XL go! pada tanggal 3 November, platform tersebut sudah diakses hingga 1 juta pelanggan hanya dalam kurun waktu 3 minggu sejak peluncurannya. Sejalan dengan strategi untuk meningkatkan penggunaan layanan mobile data, XL memperkenalkan paket Nokia X3 yang dilengkapi dengan konten Glee (acara TV yang sedang naik daun) dan juga tombol akses langsung untuk XL go!.

Diperkirakan pada 2010 jasa data berkontribusi sebesar 9-10 persen bagi total pendapatan perseroan. Pada 2011 diharapkan meningkat di kisaran 15 persen untuk target minimal dan 20 persen dalam pencapaian maksimal.

Nomor Dua
Berkaitan dengan kinerja yang diraih perseroan pada 2010, Hasnul mengungkapkan, XL berhasil meraih posisi nomor dua di segmen selular.

”Tahun lalu  merupakan tahun yang baik bagi XL dimana kami berhasil semakin memantapkan posisi kami sebagai operator no. 2 di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari upaya dan strategi yang telah diterapkan XL sejak  2007,” katanya.

Diungkapkannya, pada tahun lalu XL meraih laba bersih  2,9 triliun rupiah atau naik 69 persen dibandingkan 2009.  Pendapatan usaha juga meningkat sebesar 27 persen dibandingkan 2009 atau sebesar  17,6 triliun rupiah.Sedangkan  Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortization (EBITDA) mencapai  9,3 triliun rupiah atau naik 50 persen dibandingkan 2009 dengan  dengan EBITDA marjin yang meningkat menjadi 53 persen pada akhir 2010. Sementara jumlah pelanggan menjadi 40,4 juta atau naik  28 persen dibandingkan 2009 sebesar  31,4 juta pelanggan.  Untuk tahun ini XL menargetkan  meraih  44,5-44,9 juta pelanggan.

Sepanjang tahun 2010, XL telah melunasi sebagian pinjaman sehingga pada akhir tahun 2010, total pinjaman XL berkurang dari  13,5 triliun rupiah  menjadi  10,2 triliun rupiah  dengan rasio Hutang Bersih (Hutang berbunga dikurangi Kas)/EBITDA sebesar 1,1x.

Melihat  kondisi neraca XL yang sehat, maka pihak manajemen XL telah memutuskan untuk memperbaharui kebijakan dividennya menjadi minimum 30% dari normalized net income (laba bersih yang telah disesuaikan terhadap selisih kurs yang belum terealisasi dan peristiwa luar biasa). Selain itu, XL akan mengajukan pada agenda RUPS tahunan untuk membayar dividen di tahun 2011 sebesar 30 persen  dari normalized net income 2010.

Untuk diketahui, posisi nomor satu di kancah segmen selular masih dipegang oleh Telkomsel dengan 95 juta pelanggan dan omset pada tahun lalu sebesar 41,6 triliun rupiah. Sementara Indosat belum mengeluarkan laporan keuangan 2010.

Pimpinan anak usaha Qatar Telecom ini masih optimistis tetap di posisi nomor dua karena pada November 2010 sudah meraih 40 juta pelanggan. Namun, untuk kinerja pada 2010 diyakini banyak pihak bottom line Indosat akan tertekan mengingat restrukturisasi organisasi yang dilakukan belum lama ini memaksa banyak karyawannya menjalankan program pensiun dini. Kondisi inilah yang menjadikan XL bisa menyalip di nomor dua jika hanya dilihat dari kinerja selulernya dibandingkan dengan Indosat.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s