310111 Bandara Ngurah Rai Kembali Normal

JAKARTA—Aktivitas penerbangan maskapai asing di bandara udara Ngurah Rai, Denpasar, kembali normal setelah sempat terjadinya sejumlah pembatalan akibat gangguan debu vulkanik dari Gunung Bromo.

“Operasional bandara Ngurah Rai, khususnya penerbangan internasional  kembali normal,” tegas juru bicara Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan di Jakarta, Minggu (30/1).

Diungkapkannya, penumpang-penumpang di Bali yang sempat diinapkan oleh maskapai asing karena pembatalan jadwal sudah terangkut 90 persen dengan penerbangan ekstra yang  disediakan oleh masing-masing maskapai. “Sampai jam 1 minggu dini hari sempat terjadi antrian panjang di penerbangan internasional, tetapi semuanya terangkut,” katanya.

Beberapa maskapai yang melakukan  penerbangan ekstra adalah  Cathay Pacific, Singapore Airline, Virgin Blue, Value Air.

Sebelumnya, sejumlah maskapai asing membatalkan penerbangan ke Bandara Ngurah Rai, Denpasar sejak Kamis (27/1) hingga Jumat (28/1) karena rute udara tercemar debu vulkanik akibat erupsi yang terjadi pada Gunung Bromo Jawa Timur.

Sebanyak 13 penerbangan internasional dari dan menuju ke Ngurah Rai melakukan pembatalan penerbangan pada  Jumat  (28/1).

Pada hari sebelumnya, Kamis (27/1) terdapat 10 kali pembatalan penerbangan internasional. Maskapai yang melakukan pembatalan adalah Cathay Pacific, Jetstar Airways, Value Air dan KLM. Penerbangan mereka dilakukan untuk destinasi Perth, Darwin, Sidney, Melbourne, Hong Kong dan Singapura. Akibat pembatalan penerbangan itu, sebanyak 1.749 orang penumpang diinapkan di hotel oleh pihak maskapai.

Pembatalan penerbangan hari ini diantaranya dilakukan oleh Jetstar Airways 6 kali penerbangan, Virgin Blue 4 penerbangan, Cathay Pacific 2 penerbangan, Value Air 1 penerbangan. Maskapai itu terbang dengan destinasi di antaranya Hong Kong, Australia dan Singapura.

Meski demikian, ada juga sejumlah maskapai yang tetap melakukan penerbanga dari dan menuju ke Ngurah Rai di antaranya adalah AirAsia dan China Airlines. Sementara untuk penerbangan domestik tidak terganggu sama sekali.

Pembatalan penerbangan internasional itu dilakukan para maskapai setelah keluar Notice to Airmen (Notam) dari  Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin pada pukul 12.00, Kamis (27/1). Dalam Notam disebutkan bahwa debu vulkanik bromo sudah mencapai Bali

Pengaruh debu vulkanik mencapai ketebalan 200 nautical mile dengan ketinggian 18.000 kaki. Terkait debu vulkani Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub juga mengeluarkan Astam dan Notam Precuation agar penerbangan menghindari wilayah tertentu yang terpengaruh debu vulkanik. Namun sebenarnya,  pendaratan di Ngurah Rai masih bisa dilakukan.

Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay menegaskan, sebenarnya bandara Ngurah Rai sejak Kamis lalu masih dalam keadaan aman dan tidak ada pengalihan rute. “Informasi yang diterima oleh maskapai asing itu tidak diolah secara keseluruhan,” keluhnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s