280111 Omset Bisnis Logistik Naik 8,3%

JAKARTA—Omset bisnis logistik pada tahun ini diperkirakan mencapai 1,414 triliun rupiah atau naik 8,3 persen dibandingkan  tahun lalu sebesar 1,297 triliun rupiah.

Wakil Presiden Transportasi dan Logistik Frost & Sullivan Gopal R.  memperkirakan, industry logistic akan tumbuh dengan Coumpound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 9,6 persen  atau mencapai 2,042 triliun rupiah pada 2015.

“Indonesia memberikan peluang besar bagi penyedia jasa logistic karena kebanyakan segmen bisnis terkemuka telah menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang cukup besar dalam beberapa tahun terakhir,” jelasnya di Jakarta Kamis (27/1).

Diungkapkannya, pada 2010 third party logistics (transportasi, penyimpanan dan jasa kurir-3PL) bernilai sebesqar 149 triliun rupiah, sementara biaya atau pengeluaran in-house logistik dalam perekonomian Indonesia bernilai 843,7 triliun  rupiah. Layanan 3PL diperkirakan tumbuh sebesar 22,5 persen mencapai  280 juta dollar AS pada  2012.

Menurutnya, sektor minyak dan gas Indonesia memiliki potensi terbesar bagi penyedia jasa logistik “Pengiriman domestic diperkirakan akan meraih keuntungan besar pada 2011 dimana para kontraktor industry minyak dan gas mengeluarkan 1,5 miliar dollar AS untuk jasa transportasi laut di Indonesia pada 2010 dan pemilik kapal lokal mendapatkan keuntungan sekitar 700 juta dollar AS dari nilai kontra. Sedangkan untuk tahun ini jasa logistic berpotensi mencapai 3,2 miliar dollar AS dari industry minyak dan gas,” jelasnya.

Sedangkan komoditas lainnya yang menjadi primadona diangkut oleh penyedia layanan logistic adalah batu bara dan kelapa sawit. Pada 2009 Indonesia telah mengekspor 230 juta ton, sementara hingga September 2010 telah dikapalkan 209,4 juta ton.

Berkaitan dengan  daya saing Indonesia berdasarkan Global Competitiveness Indeks, World Economic Forum, diungkapkannya,  telah meningkat menjadi 44 di tahun 2010/2011 dari peringkat 74 dari 200/2006. Meskipun demikian, indeks kinerja logistik Indonesia mengalami penurunan menjadi 75 di 2010/2011 dari 43 pada tahun 2007/2008.

Kurang SDM Lokal
Sedangkan masalah ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang menduduki level strategis di industry logistic, Gopal mengungkapkan, sangat kurang pasokannya karena  kebanyakan orang Indonesia yang terjun ke dunia logistik tidak mendapatkan ilmu logistik dari akademi atau lembaga pendidikan, melainkan belajar setelah masuk ke dunia logistik.

Menurut Gopal, dari 100 persen  profesional yang ada di Indonesia, hanya sekitar 2 persen  saja yang tergolong profesional logistik. Itu pun kebanyakan orang asing yang bekerja di Indonesia.

“Harusnya  ada 4-5 persen  profesional logistik di Indonesia supaya bisnis logistik dapat maju dengan pesat,” ujarnya.

Minimnya profesional logistik di Indonesia,  membuat perusahaan memperkerjakan  profesional  dari Singapura dan Hong Kong. “Akibatnya, posisi selevel management senior kebanyakan diisi oleh warga asing, bukan warga Indonesia sendiri,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s