280111 CDP Dijadikan Percontohan Pelabuhan Darat

JAKARTA—Cikarang Dry Port (CDP) dijadikan percontohan pembangunan  pelabuhan darat (Dry Port)  bagi wilayah lainnya di Indonesia yang ingin membangun  sistem angkutan petikemas terpadu.

“Kita akan membuat Dry Port seperti CDP, terutama di kota-kota industri seperti Medan, Bandung, Surabaya dan lainnya. Diharapkan ini bisa mengurangi beban jalan, kepadatan di pelabuhan sekaligus mempercepat proses ekspor impor,” ujar Wakil Menteri Perhubungan  Bambang Susantono di Jakarta, Kamis (27/1).

Saat ini kegiatan ekspor-impor dari CDP sudah mulai berjalan. Tapi, masih mengandalkan angkutan truk ke Tanjung Priok.  Sementara, akses kereta api (KA) dari CDP  baru beroperasi  April-Juni 2011,  langsung ke Terminal Pasoso di  Tanjung Priok. Dari Pasoso komoditi didistribusikan ke dermaga dan  langsung di kapalkan ke negara atau pelabuhan tujuan.

“Saya targetkan agar PT Kereta Api Logistik dan pengelola CDP  supaya paling lambat Juni sudah ada angkutan peti kemas melalui kereta api,” ujarnya.

Direktur Cikarang Dry Port Noor Yusuf mengatakan saat ini pihaknya tengah membangun emplasemen KA, dan diharapkan sudah selesai April.

“Dengan emplasemen itu, peti kemas bisa diangkut dengan mudah ke kereta. Kemudian, kereta akan memanfaatkan jalur eksisting untuk menuju Stasiun Pasoso,” paparnya.

Menurut Bambang, mengembangkan pelabuhan darat terutama di sentra industri  adalah  salah satu upaya mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta terutama di sentra industri.

“CDP dijadikan proyek percontohan karena  dibangun menyatu dengan kawasan industri Jababeka, dekat dengan akses kereta api (KA) dan langsung terhubung ke Pelabuhan Tanjung Priok.  Jika proyek ini sudah berjalan optimal, maka akan terjadi pengurangan  kemacetan lalu lintas yang cukup signifikan,” jelasnya.

Diharapkannya, melalui pembangunan CDP bisa mengurangi arus barang yang menumpuk di Tanjung Priok antara 60-65 persen.  Hal ini karena Dry port akan mempermudah proses ekspor mengingat  ketika peti kemas sampai Pelabuhan Tanjung Priok akan langsung dimuat di kapal. Pengurusan surat-surat seperti Bea dan Cukai, dan lainnya, sudah dibereskan di dry port.

“Kita belum menghitung berapa besar penghematan yang bisa diperoleh. Satu hal yang pasti  akan  cukup signifikan sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya,” tuturnya.

Untuk diketahui, kepadatan lalu lintas di Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang (Jabodetabek) sudah semakin parah. Implikasinya, cukup menghambat proses ekspor impor, serta produksi  yang  mengakibatkan ekonomi biaya tinggi dan mengurangi daya saing nasional.

Sebelumnya,  Organda mengeluhkan,  tingginya biaya operasi kendaraan di Jakarta dan sekitarnya akibat kemacetan lalu lintas. Dalam setahun, kerugian bisa mencapai 7 triliun rupiah.

Data terakhir, arus  barang di Pelabuhan Tanuung Priok baik melalui JICT, TPK Koja serta MTI sekitar 3 juta Teu’s. Jumlah itu setara dengan 10.000 truk per hari yang keluar masuk Pelabuhan Tanjung Priok. Kondisi tersebut semakin padat karena lapangan penumpukan, depo penumpukan petikemas dan lainnya terpusat di sekitar Tanjung Priok.

Pada kesempatan lain, manajemen Pelabuhan Tanjung Priok mulai mengoperasikan satu unit mobil penyapu jalan untuk menjaga kebersihan lingkungan di dermaga maupun sekitar pelabuhan.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II cabang Tanjung Priok Cipto Pramono mengatakan perseroan menanamkan investasi  2,3 milliar rupiah    untuk pembelian satu unit mobil berteknologi tinggi untuk menghisap debu dan sampah tersebut.[dni]

1 Komentar

  1. lgsg aja om sy mo tanya nih ttg :

    “akses kereta api (KA) dari CDP baru beroperasi April-Juni 2011, langsung ke Terminal Pasoso di Tanjung Priok. Dari Pasoso komoditi didistribusikan ke dermaga dan langsung di kapalkan ke negara atau pelabuhan tujuan”.

    apa benar akses ka dr cdp k terminal pasoso tg. priok akan operasi april – juni 2011? krn stau sy liat d lokasi (spanjang jalur proyek ka pasoso dr jict k terminal pasoso msh blm jln boleh d bilang malah tambah semrawut skrg (20/02/2011) d tambah bnyk bangunan2 liar d spanjang proyek yg terbengkalai… om dpt dr mana info d atas? monggo d cek k lapangan dlu loh om…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s