270111 TV Berbayar Diyakini akan Menggeliat

JAKARTA—Para penyelenggara televisi  berbayar (pay tv)  menyakini bisnis yang dijalaninya akan menggeliat di Indonesia dala kurun waktu tak lama lagi.

“Bisnis TV berbayar itu akan tumbuh di masa depan karena potensinya besar. Terdapat sekitar 38 juta rumah yang telah menggunakan televise tetapi belum menjadi pelanggan TV berbayar untuk disasar,” ungkap Direktur Pemasaran Aora TV Guntur Siboro di Jakarta, Rabu (26/1).

Dijelaskannya, hambatan terbesar dalam berbisnis TV berbayar adalah mengedukasi pasar jika hiburan itu sesuatu yang harus dibayar. “Masyarakat kita terbiasa dengan siaran TV Free To Air seperti TVRI , RCTI, dan lainnya. Padahal, di TV berbayar itu yang dicari adalah konten berkualitas,” katanya.

Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi di Vietnam dimana penetrasi dari TV bebrbayar lumayan tinggi karena masyarakatnya tidak puas dengan siaran TV Free To Air. “Kondisi ini sebenarnya hamper mirip dengan industri telekomunikasi 15 tahun lalu. Dulu mana ada yang menyangka penetrasi seluler mencapai 80 persen dari populasi dalam waktu singkat,” katanya.

Berkaitan dengan Aora TV, dijelaskannya, sebagai TV satelit yang dimiliki PT Karyamegah Adijaya ingin bermain di segmen C plus, sehingga masalah harga memegang peranan penting.

“Kami targetkan dapat meraih pelanggan sekitar 10 persen dalam dua-tiga tahun ke depan. Kami menyediakan tak kurang dari seratus ribu perangkat decoder bagi pelanggan baru. Tahap awal penjualan dilakukan di Jawa dan Sumatera,” katanya.

Dalam peluncuran kembali Aora TV, manajemen tidak banyak berinvestasi untuk infrastruktur karena masih menggunakan jaringan yang lama. Sama seperti sebelumnya, Aora TV menyewa satelit Malaysia, MEASAT-3 yang menggunakan frekuensi KU-Band.

“Kami menggunakan dua unit transponder yang masing-masing menampung 25-32 channel. Investasi transponder sekitar 1 juta dollar AS per unitnya,” katanya.

Aora TV pertama kali mengudara pada tanggal 8 Agustus 2008 dengan nama PT Karyamegah Adijaya dengan investasi awal Rp 40 miliar. Adapun PT Karyamegah Adijaya (KMA) merupakan milik keluarga Rini Mariani Soemarno, mantan menteri perdagangan era Megawati.

Tahun 2008 Aora TV sempat menjadi perhatian karena mendapatkan lisensi hak siar liga Inggris Liga Utama Inggris ( English Premier League) musim 2009/2010.
Namun sayang, saat itu terjadi sengketa antara konsorsium pay TV menggugat Astro Malaysia karena dituduh monopoli hak siar liga Inggris. Kasus tersebut akhirnya menyeret Aora TV yang dituduh terafiliasi dengan Astro Malaysia dan mengakali izin siaran agar dapat merebut hak siar Liga Utama Inggris musim 2009/2010.

Namun ditengah sengketa itulah sejak akhir Agustus 2009, Aora TV pun memutuskan untuk menghentikan siaran Liga Utama Inggris. Akhirnya, karena ditinggalkan para pelanggannya, Aora TV pun merugi dan  pada akhir 2009 merumahkan 90 persen karyawannya dan vakum mengudara.

Kepala Pusat Informasi dan bagian Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto mengungkapakan, sejak kasus tersebut pemerintah tidak mencabut izin siaran Aora TV.  Karya Megah tetap melaporkan kegiatan perusahaan sekalipun tidak mengudara.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s