270111 Flexi Terus Dikembangkan

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berkeinginan terus mengembangkan layanan Fixed Wireless Access (FWA) Telkom Flexi yang menggunakan teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) untuk memperkuat portfolio perseroan.

“Flexi terus dikembangkan. Strategi pengembangannya bermacam-macam. Kajian terus dilakukan,” ungkap  Komisaris Utama Telkom Jusman Syafii Djamal di Jakarta, Rabu (26/1).

Diakuinya, salah satu strategi yang dilakukan adalah mencarikan mitra untuk mengembangkan unit usaha itu. “Tentunya dalam bermitra itu kami mencari yang sehat dan dalam posisi mayoritas,” tegasnya.

Ditegaskannya, di pasar FWA, Flexi adalah penguasa pasar bai dari sisi pelanggan atau infrastruktur, sehingga posisi mayoritas dalam bermitra adalah hal yang wajar. “Jika di dalam negeri tidak ada mitra yang sesuai, tak tertutup kemungkinan datang dari luar negeri,” katanya.

Sebelumnya, Flexi ramai diisukan akan disbanding dengan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Namun, kabar ini akhirnya mereda setelah Menneg BUMN Mustafa Abubakar menyadari wacana tersebut tidak menguntungkan bagi Telkom. “Sudah tutup buku soal itu,” tegasnya.

Banyak kalangan di industri telekomunikasi menolak wacana merger Flexi dengan Esia termasuk dari Serikat Karyawan (Sekar) Telkom. Mereka menilai BTEL perusahaan yang terlalu memiliki hutang tinggi sehingga penggabungan justru akan menjadi beban bagi Telkom karena ikut menanggung. Hal ini makin dipersulit dengan isu posisi Telkom yang nantinya hanya menjadi minoritas jika penggabungan terjadi.

Untuk diketahui, masalah BTEL hobi berhutang untuk membiayai operasional bukan rahasia baru lagi.  Berdasarkan laporan keuangan BTEL  per Juni 2010, pada 16 Juli 2010 salah satu emiten Grup Bakrie ini kembali berutang sebesar 30 juta dollar AS.Setelah itu pada  12 Agustus 2010 berhutang RMB 2 miliar dari Industrial and Commercial Bank of China dan Huawei Technologies Co. Ltd.

Terakhir, BTEL berencana menerbitkan obligasi senilai 130 juta dollar AS yang akan jatuh tempo pada Mei 2015. BTEL berencana menggunakan dana tersebut untuk membayar pinjaman bank senilai 30 juta dollar AS dan utang dagang perseroan senilai 50 juta dollar AS.
Sisanya, sekitar 50 juta dollar AS, akan digunakan untuk mendanai belanja modal perseroan. [dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s