270111 BRTI Dianggap Gagal

JAKARTA—Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dianggap gagal melindungi kepentingan konsumen telekomunikasi dengan tidak berhasil menertibkan penawaran promosi melalui pesan pendek dan bocornya data  25 juta nomor ke pihak di luar operator yang dilanggani.

“Masalah SMS yang meresahkan masyarakat itu sudah berjalan lama, apalagi jasa SMS Premium yang merugikan pelanggan. BRTI tidak berhasil menertibkan hal itu. Artinya fungsi pengawasan gagal dijalankan oleh regulator,” tegas Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Indah Suksmaningsih di Jakarta, Rabu (26/1).

Menurutnya, konsumen berada dalam posisi yang sangat dirugikan dengan adanya SMS sampah baik dari penyelenggara jasa pesan premium atau penawaran kredit tanpa agunan (KTA) dari lembaga perbankan. “SMS Premium itu banyak yang memakan pulsa konsumen tanpa izin. Sedangkan penawaran KTA masuk tanpa mengenal jam istirahat. Sejak tahun lalu diributkan terulang teru,” keluhnya.

Sebelumnya, Isu kebocoran data pengguna telekomunikasi mengemuka setelah adanya klaim dari penjual produk pengiriman sms broadcast yang mengaku memiliki database 25 juta pengguna telepon aktif di Indonesia

BRTI mengaku tengah melakukan  penyelidikan tentang hal tersebut karena bertentangan dengan UU Telekomunikasi yang menyatakan  data pengguna adalah sesuatu yang bersifat rahasia dan dilindungi UU. Penyelidikan  juga terkait dengan maraknya pengiriman SMS broadcast yang bersifat spam dari bank-bank yang menawarkan kartu kredit maupun kredit tanpa aguna (KTA).

Dari laporan masyarakat, bank yang banyak mengirim sms spam adalah Standard Chartered Bank dan  ANZ. Selain perbankan, kini pola-pola seperti itu juga diikuti oleh penyelenggara telepon premium.

Menanggapi hal itu, juru bicara Axis Anita Avianty membantah keras nomor untuk pengiriman promosi KTA didominasi oleh Axis. “Tidak mungkin Axis menjual data pelanggan karena  semuanya  bersifat rahasia dan dilindungi oleh UU. Jika pun ada pengiriman menggunakan nomor Axis  berarti  program gratis kirim sms telah dimanfaatkan secara tidak bertanggug jawab,” kilahnya.

Dikatakannya, untuk pelanggan seperti ini, langkah yang dilakukan Axis adalah memeriksa ada aktivitas panggilan di nomor  tersebut. Jika tidak ada, disimpulkan sim card  hanya digunakan untuk  message center.  “Axis akan memberikan peringatan,  apabila tidak diindahkan maka nomor akan diblokir,” tegasnya.

Deputy VP Corporate Secretary Telkomsel Aulia E.Marinto  menegaskan, pemicu banyaknya SMS sampah adalah kebijakan sender keep all terkait SMS membuka peluang pihak pengguna memanfaatkan dengan sangat leluasa. “Jika kebijakan sms interkoneksi diberlakukan maka dengan sendirinya penawaran operator akan terkoreksi sehingga mengecilkan peluang terjadinya sms spam,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s